25 October 2019

“Pernah menjelaskan merek atau brand produk Anda ke relasi bisnis namun merasa kesulitan untuk menjelaskannya?”

Lalu merasa brand tersebut tidak cocok dengan Anda padahal Anda sudah melakukan sesuai dengan brand guideline? Tenang! Jangan panik!

Baca Juga: 5 Hal Sebelum Melakukan Branding Strategy

1. Apa Itu Strategi Branding?

Strategi merek ini tujuannya sangat spesifik, hasil jangka panjang akan didapatkan oleh brand yang sukses dengan mengikuti brand guideline. Pertama tentu harus jelas lebih dahulu tentang kesalahpahaman tentang strategi merek: brand Anda bukan produk Anda, logo Anda, situs web Anda atau nama Anda.

Brand bahkan bisa lebih jauh dari itu dan terasa tidak berwujud, namun perasaan yang sulit dipisahkan itu yang membedakan antara brand atau merek yang kuat dan yang biasa saja. Strategi brand produk akan berjalan dengan baik jika semua aspek bisnis terpengaruhi dan bisa dilihat hubungan langsung dengan kebutuhan konsumen, emosi dan lingkungan yang kompetitif.

2. Elemen Guna Mendukung Strategi Branding Yang Komprehensif

  • Tujuan

Ini tentang bagaimana Anda bisa mendefinisikan tujuan bisnis Anda. Tujuan itu bisa dilihat dengan dua cara; fungsional ukuran keberhasilan dapat diukur dengan komersial dan menjadikan tujuan bisnis ini langsung untuk menghasilkan uang, tujuan bisnis kedua di sengaja jadi tujuan suksesnya bisnis ini yang dapat diukur dengan bagaimana kemampuan dalam menghasilkan uang dan menghasilkan dampak yang baik di dunia.

Ketika Anda mendefinisikan tujuan bisnis Anda. Harusnya Anda bisa mengingat atau melihat contoh-contoh pebisnis sukses. Meski mereka menghasilkan uang yang seringkali dijadikan prioritas utama pebisnis, tetapi bagaimana Anda membuat gagasan yang tidak banyak dibuat oleh orang dan bisa jadi pembeda antara brand Anda dari orang lain terutama dari industri yang sama dengan Anda.

  • Konsistensi

Kunci penting dari konsistensi adalah menghindari membicarakan atau membahas hal-hal yang tidak berhubungan dengan atau meningkatkan brand Anda. Sebagai seorang pebisnis memikirkan strategi untuk mengunggah gambar atau photo di halaman sosial media Anda. Apakah pesan yang diunggah sesuatu yang hanya sebatas lucu saja, terlalu terus terang dan apakah pesan tersebut membingungkan audiens Anda?

Sebagai upaya strategi branding produk, tentu pesan yang harus diunggah adalah pesan yang kohesif agar membantu Anda dalam pengenalan brand dan terbentuk secara konsistensi sehingga memicu loyalitas pelanggan.

Sebelum membuat komitmen dengan konsistensinya Anda perlu mempelajari setiap elemen dalam pemasaran merek agar bisa bekerja secara harmonis bersama. Dan hasil dari perjuangan karena komitmen dan konsistensi siapa tahu brand Anda menjadi salah satu brand paling terkenal di dunia.

3. Fleksibilitas

Anda pasti tahu bahwa dunia ini cepat sekali berubah, sebagai pemasar Anda harus fleksibel agar tetap relevan. “bagaimana saya bisa tetap konsisten dan fleksibel?” Konsistensi itu bertujuan agar bisa menetapkan standar bagi brand Anda, sedangkan fleksibilitas ini membuat Anda bisa melakukan penyesuaian yang dapat membawa kesegaran untuk brand Anda dan agar dapat lebih bervariasi. Agar efektif dalam membangun identitas brand dibutuhkan konsistensi agar brand Anda mudah untuk diidentifikasi sedangkan fleksibilitas itu menjadi taktik agar dapat mengganti strategi lama yang dinilai tidak berfungsi lagi, jadi jangan takut untuk berubah. Fleksibilitas ini bisa mengamankan brand Anda di posisinya meski dengan basis pelanggan baru.

Masih banyak tentang bagaimana meningkatkan brand Anda sesuai dengan brand guideline agar strategi bisnis Anda tercapai dengan baik. Jangan malas untuk belajar dan terutama sebagai pebisnis jangan pernah menyerah ketika gagal.

Baca Juga: Cara Membangun Brand Agar Mudah Dikenal Dan Disukai

Demikian 3 branding strategy yang bisa menjadi guideline kamu. Bila kesusahan dalam membuatnya, jangan ragu untuk menghubungi Dreambox untuk membantu menentukan strategi branding Anda.