27 January 2020

Sebuah perusahaan pastilah mengenal istilah branding dan rebranding.

Proses branding kita kenal sebagai proses untuk memperkenalkan dan menaikkan citra dari sebuah perusahaan agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat. Strategi branding ini bisa dilakukan dengan berbagai cara dan bertujuan agar produk mereka semakin terkenal di kalangan target pasar. Sehingga mereka akan terus menggunakan produk dari perusahaan.

Baca Juga: Proses Branding dengan Budget Kecil, Apakah Bisa?

Selain branding, ada strategi rebranding yang bisa dilakukan oleh perusahaan. Jika diibaratkan perang, strategi rebranding adalah strategi mengubah taktik yang akan digunakan di dalam perang. Rebranding memang bukanlah melakukan perubahan secara menyeluruh, namun hanya mengubah sebagian saja dari taktik yang akan digunakan oleh perusahaan. Berikut ini akan kami jelaskan aspek-aspek penting yang akan menentukan keberhasilan proses rebranding sebuah perusahaan.

Berbagai aspek yang bisa menentukan keberhasilan proses rebranding

Proses rebranding sebuah perusahaan tidak boleh dilakukan tanpa alasan. Proses tersebut harus didasari berbagai hal yang didahului analisa evaluasi hasil dari upaya branding yang sebelumnya dijalankan, seperti target pasar yang harus diperbarui karena ingin menyasar pasar baru, ingin melakukan peluncuran produk terbaru, atau mengalami kerugian. Selain itu, proses rebranding juga bisa dilakukan dalam rangka menghadapi rival perusahaan yang sudah melakukan berbagai perubahan. Misi perusahaan yang sudah tak relevan dan butuh penyesuaian dengan kondisi terkini juga bisa melatarbelakangi terjadinya rebranding perusahaan.

Untuk bisa berhasil melakukan rebranding, berikut ini beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

1. Terlebih dahulu melakukan penelitian atau riset

Sebuah perusahaan yang ingin melakukan rebranding hendaknya memikirkan dengan matang strategi apa yang akan diterapkan pada metode rebranding tersebut. Hal ini dikarenakan strategi rebranding tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Sebagai proses “pemulihan brand”, perusahaan harus menyiapkan serangan balik dengan merumuskan taktik baru. Hal-hal yang termasuk di dalamnya adalah menentukan tujuan brand baru, menentukan taktik positioning brand baru, keinginan target pasar yang baru, dan lain sebagainya.

2. Merencanakan positioning brand baru dan mendiskusikan dengan para pemegang saham

Setelah merumuskan berbagai hal penting yang terkait dengan rebranding, saatnya perusahaan berusaha untuk merumuskan rencana baru ke depannya. Dalam proses perencanaan ini, alangkah baiknya semua pemegang saham dilibatkan dalam rapat. Hal ini bertujuan agar adanya keterbukaan sehingga pemegang saham bisa memberi masukan dan saran atas langkah yang diambil oleh perusahaan.

Langkah yang akan diambil oleh perusahaan dan harus dikomunikasikan dengan pemegang saham, berkaitan dengan biaya, perkiraan waktu pengurusan brand baru, penghitungan perkiraan laba, dan lain sebagainya. Selain itu, perancangan logo, merk baru, dan berbagai hal yang berkaitan dengan brand juga perlu diumumkan kepada pemegang saham.

3. Melakukan sosialisasi terhadap brand baru kepada masyarakat

Tahap akhir setelah proses perencanaan dan produksi beres adalah kembali melakukan branding perusahaan. Kali ini, perusahaan harus benar-benar bisa membawa brand tersebut agar mampu menarik perhatian target pasar lama maupun baru yang telah ditetapkan.

Sosialisasi tersebut bisa dilakukan secara internal maupun eksternal. Secara internal, berlaku bagi para karyawan dan seluruh anggota dari sebuah perusahaan yang melakukan rebranding hendaknya mengetahui dan memahami brand baru yang diluncurkan. Sedangkan proses sosialisasi eksternal dilakukan untuk memberi wawasan kepada masyarakat terkait brand baru yang telah diluncurkan.

Setelah berhasil melakukan proses rebranding, perusahaan harus bekerja keras agar bisa menjadikan brand baru tersebut berhasil menjadi andalan target pasar baru yang telah ditetapkan. Jangan sampai brand baru yang telah dibuat dengan susah payah kembali jatuh seperti brand lama yang telah dibuang. Brand yang baru tersebut juga harus berhasil dipahami sebagai pengganti dari brand lama, sehingga brand yang lama tidak terlupakan begitu saja.

Baca Juga: 3 Tips Memanfaatkan Teknologi Dalam Branding

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia Branding? Kunjungi website Dreambox Branding Agency di sini.