16 December 2019

Branding secara sederhana diartikan sebagai sebuah usaha dari perusahaan untuk membuat brand atau merek dagang yang dimilikinya menjadi lebih kuat.

Brand yang kuat berarti brand tersebut dikenal luas oleh masyarakat, unik, bisa didefinisikan dan dibedakan dengan brand lainnya. Sehingga brand yang kuat ini akan berbanding lurus dengan kuatnya angka penjualan. Bagaimana cara branding? Dan apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan branding?

Baca Juga: 7 Tips Jitu Membuat Nama Brand yang Menarik

Membangun sebuah brand atau branding ini sama halnya dengan membangun identitas perusahaan. Dilihat dari kacamata bisnis, membangun identitas perusahaan sangat penting untuk membangun relasi bisnis yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan disini termasuk pemerintah, pemegang saham dan calon pemegang saham, karyawan, dan konsumen.

Hal Penting yang Harus diperhatikan Saat Branding

Branding sangat penting untuk membangun citra, baik produk maupun perusahaan. Brand yang kuat juga menjadi sertifikat tidak tertulis untuk jaminan kualitas sehingga membuat para pemangku kepentingan yakin dan percaya terhadap brand. Memperkenalkan atau membangun brand yang kuat bukan sesuatu hal yang mudah. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan branding:

1. Rumuskan Identitas Brand

Sebelum melakukan branding atau memperkenalkan brand, lebih dulu rumuskan identitas dari Brand. Hal-hal yang perlu dipersiapkan diantaranya adalah nama, logo, warna, dan slogan. Identitas-identitas tersebut dipilih yang unik, berbeda, dan mudah diingat. Hal yang perlu diingat adalah jangan membuat sebuah identitas yang mirip atau menyerupai brand lain, sehingga proses branding yang dilakukan bisa salah asosiasi ke Brand lainnya.

2. Tentukan USP (Unique Selling Proposition)

USP ini adalah daya tarik utama yang unik, berbeda, dan tidak ditemukan pada brand kompetitor. Dapat juga dijadikan sebuah layanan yang bisa diperoleh di brand tertentu, atau prestice tertentu ketika menggunakan brand. USP ini akan menjadi salah satu aspek yang mudah diingat oleh konsumen, sehingga ketika menemukan hal tersebut asosiasinya akan langsung menuju brand.

3. Buat Product Brief

Product Brief ini lebih bersifat administratif, tetapi dapat digunakan sebagai alat bantu untuk merumuskan strategi branding. Product Brief ini berisi identitas brand, analisis SWOT, tujuan branding dan analisis kompetitor.

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat), berisi penjelasan atau gambaran keadaan brand saat ini. Analisis ini berisi tentang kekuatan dan kelemahan brand serta kesempatan untuk mengembangkan bisnis dan rintangan apa yang harus dihadapi.

Di dalam product brief ini juga dipaparkan keadaan dari kompetitor. Dari data tersebut bisa diketahui keadaan brand lain, sehingga bisa diantisipasi dengan membuat strategi atau taktik branding yang lebih baik.

4. Riset Pasar

Sebelum melakukan branding, pahami dulu bagian pasar mana yang akan dituju oleh brand. Dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai kebutuhan, misalnya riset untuk mengetahui potensi pasar, daya beli di pasar tersebut, pola bermedia, dan lain sebagainya. Riset ini juga bisa digunakan untuk menguji objektif atau tujuan branding yang sudah dipersiapkan.

Riset ini juga bisa dilakukan untuk mendukung pembuatan product brief seperti yang dijelaskan di atas. Melalui riset, anda bisa melihat aktivitas branding brand lain dan bagaimana dampaknya. Sehingga anda semakin banyak memiliki referensi terhadap kegiatan branding. Jika suatu tindakan sudah pernah dilakukan kompetitor, dan hasilnya buruk, anda tidak perlu mencobanya.

5. Pemilihan Media Yang Tepat

Keberhasilan branding ditentukan melalui media apa saja yang digunakan. Media yang dipilih hendaknya media yang dapat menjangkau dan sering digunakan target audience brand yang direncanakan.

6. Konsisten

Proses branding harus konsisten. Memang mengikuti tren adalah sesuatu yang penting, tetapi identitas brand anda tidak boleh terkikis dan menjadi rancu. Konsistensi ini akan membuat identitas brand menjadi kuat dan lebih mudah dikenali.

Uraian tersebut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk melakukan branding. Branding harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Jika beberapa hal di atas diperhatikan dengan baik, proses branding bisa jadi lebih efektif dan dampak yang dihasilkan juga semakin baik.

Baca Juga: Visual Audit: Solusi Memaksimalkan Branding

Ingin melakukan branding untuk perusahaan / produk Anda? Gunakan bantuan Dreambox Branding Consultant. Hubungi website Dreambox Branding Consultant untuk informasi lebih lanjut.