13 April 2021

Menjalankan bisnis memang tidak mudah, pelakunya harus cermat menentukan langkah karena mempengaruhi nasib bisnis yang dirintis.

Jika salah jalan tidak menutup kemungkinan bisnis tersebut jalan di tempat atau bahkan gulung tikar. Ada banyak hal perlu diputuskan pelaku bisnis dalam menentukan arah bisnisnya, dan salah satunya adalah menentukan target audiens atau target pasar. Target pasar atau konsumen adalah hal pertama yang harus ditentukan pelaku bisnis, baru kemudian melangkah ke tahap selanjutnya. Target pasar adalah kegiatan mengelompokan masyarakat berdasarkan segmentasi tertentu dan kemudian diolah lebih detail untuk menentukan satu segmentasi yang sesuai. 

Baca Juga: 4 Teknik Dalam Membuat Nama Usaha yang Mudah Diingat

Dari kegiatan tersebut maka bisnis atau usaha yang dikelola memiliki konsumen yang jelas dan spesifik. Hal ini memudahkan proses penyediaan produk dan jasa secara maksimal, karena tentunya bisa disesuaikan dengan karakter maupun kebutuhan dari target audiens tersebut. Lalu, bagaimana cara menentukan target pasar agar tepat dan mendukung branding usaha yang dimiliki? Ternyata ada banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk menentukan target pasar secara spesifik dan efektif. Beberapa diantaranya adalah:

1. Segmentasi Demografi

Dalam menentukan target pasar atau target audiens maka Anda harus menentukan segmentasi demografi menjadi hal paling mendasar. Segmentasi demografi sendiri adalah pengelompokan calon target pasar berdasarkan pada variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan. Pengelompokan berdasarkan variabel-variabel ini akan membantu menentukan jenis produk yang sesuai. Bisa juga dibalik, jika produk sudah siap maka bisa tahu target pasar di usia berapa dan dengan tingkat pendidikan seperti apa yang cocok untuk dijadikan target pasar. Misalnya, punya produk penunda penuaan dini maka hanya cocok dipasarkan ke wanita di usia 30 tahun ke atas bukan wanita usia remaja. 

2. Segemntasi Geografik

Segmentasi berikutnya dalam menentukan target pasar adalah segmentasi geografik. Proses pengelompokan calon target audiens berdasarkan pada lokasi atau wilayah. Variabel yang digunakan disini seperti lingkungan tempat tinggal, nama kota, provinsi, kode pos, dan sejenisnya. Pengelompokan berdasarkan letak geografis ini penting untuk menentukan daerah atau wilayah mana saja yang potensial dijadikan target promosi. Misalnya saja kamu menyediakan produk pupuk pertanian organik. Maka wajib mencari wilayah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. 

3. Segmentasi Psikologi

Berikutnya adalah melakukan segmentasi berdasarkan faktor psikologi atau karakter khas dari target pasar berdasarkan pada hal-hal yang sifatnya psikologis. Misalnya didasarkan pada kelas ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, dan lain sebagainya. Kata lain dari segmentasi psikologi adalah segmentasi berdasarkan gaya hidup. Tingkat pendapatan dan status ekonomi akan mempengaruhi perilaku mereka dalam berbelanja atau membeli kebutuhan. Jadi, jika menjual produk yang mewah dan eksklusif maka sasarannya adalah mereka yang punya jenis pekerjaan tinggi dan menerima gaji yang tinggi juga.

Baca Juga: 5 Contoh Tagline Personal Branding yang Bagus

Jadi, melalui penjelasan diatas maka bisa diketahui bagaimana menentukan target audiens yang tepat untuk mendukung branding. Silahkan diterapkan, dan tentu saja membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Ingin memasarkan produk Anda secara digital? Hubungi Dreambox! Kami siap membantu. Klik di sini!