18 September 2020

Menentukan target pasar bisnis Anda penting untuk dilakukan karena target konsumen adalah penentu utama keberhasilan sebuah usaha.

Seringkali sebuah produk atau bisnis menemui tantangan ketika sudah berjalan. Salah satu tantangannya adalah produk atau bisnisnya kurang laris. Sebelum menjatuhkan kesalahan pada produk atau bisnisnya, mungkin ada yang salah dalam formulasi penentuan target pasar yang dituju. Mengapa demikian? Berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga: Cara Mempertahankan dan Memperkuat Brand Saat Pandemi

Target Pasar untuk Keberhasilan Usaha

Bisa dikatakan, target konsumen adalah penentu utama keberhasilan usaha. Seperti sebuah quote yang populer, “nilai sebuah benda akan sesuai di pasar yang tepat”. Dari pendapat itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa pasar yang tepat adalah kuncinya. Lalu, bagaimana cara menentukan pasar yang tepat? Simak caranya berikut ini:

1. Siapa

Ide produk yang hebat harus ditujukan kepada konsumen yang tepat. Jangan paksakan menjual daging kepada vegetarian, seberapa enak pun olahan daging tersebut. Nah, menemukan konsumen yang tepat dapat menggunakan formulasi geografi, demografi, dan psikologi.

Secara geografi, Anda mengerucutkan peluang konsumen menjadi yang terdekat dengan lokasi Anda. Meski memang, dengan bantuan teknologi saat ini, Anda hampir bisa menjual apa pun kepada siapa pun di mana pun. Tetapi, sebuah produk akan lebih laris di lokasi tertentu. Misalnya, menjual peralatan rumah tangga di kawasan perumahan tentu akan lebih potensial ketimbang di kawasan perkantoran. Dalam kasus ini, ibu rumah tangga menjadi target konsumennya.

Kemudian, secara demografi. Demografi adalah turunan segmentasi yang mengerucutkan target konsumen dengan batasan usia, pendidikan, tingkat ekonomi, dan jenis kelamin. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah produk yang akan dijual sudah sesuai atau belum. Misalnya, Anda memiliki produk kebutuhan bayi, maka target penjualannya adalah keluarga muda.

Segmentasi terakhir ditinjau dari sisi psikologi. Anda harus mempelajari jenis konsumen yang cocok untuk produk Anda dari golongan sosial mereka. Cara mudahnya adalah melihat kecocokan produk Anda dikonsumsi oleh konsumen dengan preferensi mereka. Misalnya, produk Anda camilan sehat lebih cocok ditujukan kepada mereka yang memiliki gaya hidup urban modern.

2. Kebutuhan

Sebelum merilis produk, Anda terlebih dahulu perlu untuk melakukan identifikasi terhadap apa yang dibutuhkan di pasar. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah produk Anda tergolong dibutuhkan pasar atau tidak. Anda bisa memanfaatkan orang-orang sekitar Anda untuk dijadikan tester. Dari respon mereka, Anda bisa mengambil kesimpulan apa yang perlu diperbaiki dari produk Anda.

Kemudian, Anda harus mengevaluasi hasil identifikasi tersebut. Apakah ingin melanjutkan produk atau menciptakan kreasi yang baru sesuai hasil identifikasi tersebut. Fase ini menjadi titik yang paling banyak mengeluarkan upaya, baik tenaga maupun uang. Sebab, bisa dikatakan bahwa fase ini yang menentukan berhasil tidaknya sebuah produk setelah diluncurkan.

3. Strategi Pemasaran

Berkaitan dengan siapa konsumen Anda, maka Anda perlu melakukan teknik pemasaran yang benar. Misalnya, target market Anda berada di rentang usia muda, maka media sosial menjadi cara paling ampuh untuk melancarkan strategi pemasaran. Sebab, generasi milenial saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial.

4. Evaluasi

Setelah melakukan semuanya, beri waktu sekitar 1 hingga 3 bulan. Ketika sudah berjalan, Anda dapat melakukan evaluasi, mana saja strategi yang harus dipertahankan. Jika ternyata belum maksimal, Anda bisa memodifikasi satu dan lain hal, mulai dari lokasi penjualan, jenis produk, dan target yang dituju.

Salah satu cara melakukan evaluasi adalah dengan menyebarkan kuisioner. Dari kuisioner tersebut, Anda bisa mengetahui respon pasar terhadap produk Anda. Hasil evaluasi tersebut menjadi kesimpulan berhasil tidaknya skema penentuan target konsumen Anda selama menjalankan usaha.

Demikian tadi beberapa hal terkait menentukan target market. Pasar yang tepat tentu menjadi hal utama dalam suksesnya penjualan Anda. Sebab, ketika produk Anda kurang diminati, mungkin bukan karena kualitas semata, tetapi karena pasarnya tidak tepat.  Apakah Anda sudah mengindentifikasi pasar usaha Anda?

Baca Juga: 4 Alasan Anda Perlu Melakukan Rebranding

Ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.