01 June 2021

Salah satu strategi hebat perusahaan besar seperti Nike yang masih jarang diketahui oleh publik adalah menggunakan culture branding terhadap produk – produknya.

Efeknya produknya dikenal masyarakat luas, dipakai, dan bernilai.  Culture branding sendiri adalah sebuah teknik dalam memperkenalkan produk, tidak hanya menunjukkan manfaat produknya namun juga memberikan nilai baru. Dengan demikian masyarakat akan memilihnya sebagai bagian dari gaya hidupnya.  Salah satu contoh keberhasilan penggunaan strategi ini adalah ketika hendak membeli sebuah barangnya, masyarakat tidak lagi fokus pada fungsionalnya. Orang membeli Iphone tidak hanya sekedar untuk berkomunikasi, tetapi juga menunjukkan kemewahan atau kekayaan.

Baca Juga: Brand Archetype Berikut Pengertian dan Manfaatnya untuk Brand Anda

Jenis Strategi Culture Branding untuk Mendongkrak Awareness

Poin dari strategi brandingnya tidak jauh – jauh dari kultur itu sendiri. Yaitu merupakan sebuah pandangan hidup yang dianggap baik oleh masyarakat. Pandangan tersebut nantinya akan menjadi standar, kebiasaan, gaya hidup, atau nilai yang dijunjung tinggi. Kultur muncul karena adanya kebutuhan atau keinginan, sedangkan kebiasaan yang ada dianggap belum mampu memenuhinya. Dari sini muncullah inovasi, ide baru, pemaknaan baru, hingga akhirnya memunculkan gaya hidup baru yang lebih nyaman. Melalui proses munculnya kultur tersebut jenis strategi brandingnya tidak terlepas dari dua hal, yaitu culture tension dan brand Ideology. Keduanya merupakan proses simultan serta tidak terpisahkan agar terbangun awareness yang kuat.

1. Culture Tension

Pada dasarnya setiap masyarakat mengalami masa – masa jenuh dengan kebiasaan atau budaya lama. pada tahap ini, brand harus mampu memahami kondisinya serta mengidentifikasi value apa yang sedang dicari oleh masyarakat.

2. Brand Ideology

Proses ini merupakan sebuah penawaran ide, gagasan, nilai, gaya hidup baru ke masyarakat sesuai dengan value yang diinginkannya. Contohnya Nike ketika melihat kehidupan monoton dari generasi boomers menawarkan branding “Find Your Greatness”. Branding tersebut ternyata sangat efektif bagi masyarakat untuk memulai gaya hidup baru. Melalui Find Your Greatness mengajak generasi tersebut untuk aktif dan inovatif. Padahal secara fungsinya sama dengan produk perusahaan lain, yaitu sebagai alas kaki.

Manfaat Culture Branding Dalam Memasarkan Produk

Konsep cultural branding sendiri awal kali diperkenalkan oleh Douglas Holt setelah mengamati brand besar dalam meraih kesuksesannya. Menurutnya kesuksesan tersebut tidak berasal dari pemasaran klasik, seperti memperkenalkan keunggulan produk berulang kali. Konsep dari cultural branding lebih jauh lagi, yaitu mencoba berkomunikasi dengan ide, gagasan, tujuan, makna hidup seseorang. Muncullah kedekatan, perasaan kurang apabila tidak membelinya, dan berbagai manfaat lainnya.

1. Brand Lebih Melekat Kuat Pada Konsumen

Penawaran ide atau pemaknaan baru terhadap suatu produk, seperti Nike dengan “Find Your Greatness” tersebut lebih melekat kuat pada benak konsumen. Karena hal tersebut menjawab segala keinginannya yang telah terpendam.

2. Mengesampingkan Fungsi

Dalam pembelian, pelanggan cenderung mengesampingkan fungsi. Apabila ada produk baru, cenderung langsung ingin memilikinya. Fenomena ini bisa dilihat ketika Iphone mengeluarkan produk terbarunya, banyak orang ingin membelinya.

3. Bentuk Identitas Baru

Gagasan atau ide yang telah disepakati tersebut menumbuhkan identitas baru bagi konsumen. Sehingga apabila dirinya tidak mengenakan produknya, rasanya ada bagian dari dirinya yang kurang lengkap. Harus ada brand itu dalam setiap aktivitasnya.

4. Penjualan Meningkat

Tentunya manfaat bagi pemilik brand atau perusahaan adalah peningkatan dalam penjualan. Tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi juga dalam tempo panjang. Karena ketika brand ideology berhasil diterima, masyarakat akan menjadikannya sebagai ikon.

Baca Juga: Cara Membangun Branding dengan Nuansa Desain Lebaran  

Salah satu langkah yang harus dilewati agar berhasil menjual produk adalah mengenalkan serta mengomunikasikan pada konsumen. Cara tersebut dikenal sebagai culture branding, terutama apabila menawarkan gaya hidup baru. Ingin memasarkan produk Anda secara digital? Hubungi Dreambox! Kami siap membantu. Klik di sini!