07 June 2021

Mendengar nama Bali pasti langsung identik dengan pantainya, begitu juga dengan Malioboro, keduanya bisa cepat terasosiasi karena adanya destination branding.

Apabila seseorang menyebutkan destinasi tertentu, langsung tergambar jelas kondisinya. Destination  branding sebenarnya merupakan pengembangan dari city branding, yaitu terfokus pada salah satu lokasi atau destinasi sesuai dengan karakteristiknya sendiri. Mengingat setiap tempat memiliki keunikannya masing – masing.  Prinsip dari brandingnya sendiri adalah berupaya membuat citra positif, membangun kepercayaan, dan memberikan pelayanan terbaik pada wisatawan. Untuk mengembangkannya dibutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pengelola hingga masyarakat.

Baca Juga: Cara Membangun Branding dengan Nuansa Desain Lebaran

Mengapa Perlu Melakukan Destination Branding

Indonesia terkenal akan kekayaannya, baik secara alamnya maupun budayanya. Bahkan dalam satu daerah, terdapat beberapa keanekaragaman yang menarik untuk dieksplorasi. Kondisi tersebut menjadikan Indonesia memiliki beragam potensi pariwisata.  Namun ketika mencoba melihat kembali, Indonesia hanya identik dengan segelintir tempat, seperti Bali, Raja Ampat, Yogyakarta, Bandung, dan beberapa tempat – tempat populer lainnya. Padahal di beberapa daerah juga terdapat tempat wisata menarik lainnya.  Tentunya memunculkan pertanyaan mengapa daerah selainnya tidak seterkenal dengan Bandung atau Bali? Salah satu jawabannya adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai daerah wisatanya, terlebih sisi unik serta menariknya.

Ketika melihat keberhasilan Yogyakarta dengan Malioboronya, akan terlihat bahwa dari segala komponennya sangat cocok untuk anak muda. Mulai dari kuliner, tempat belanja, tempat nongkrong, dan berbagai fasilitas lainnya. Ditunjang dengan sosial media. Begitu juga dengan Malang, sebelum pandemi sempat terkenal dengan kampung warna warninya. Mengubah citra kampung yang terkesan berdempetan, kumuh, menjadi tempat bersih, cerah, dan penuh warna, berhasil menarik perhatian wisatawan.  Membangun keunikan serta menguatkannya melalui berbagai media komunikasi mampu membangun citra positif dari suatu destinasi. Coba tanpa adanya pengenalan keunikan tersebut, Malang mungkin tidak akan dilirik oleh wisatawan.

Manfaat Destination Branding Bagi Pariwisata Indonesia

Melalui perlunya branding ini, menunjukkan bahwa awareness atau kesadaran masyarakat terhadap sebuah destinasi sangat ditentukan oleh citra yang dibangun. Selain lebih dikenal, ternyata brandingnya juga memiliki manfaat lainnya.

1. Menunjukkan Keunikan dari Destinasi Lainnya

Apabila berbicara antara Bandung dengan Batu, sebenarnya tidak ada perbedaan dari sisi kondisi geografis, karena sama – sama daerah pegunungan. Bandung lebih populer dengan nuansa alamnya sedangkan Batu dengan aneka bunga dan wahananya.  Melalui perencanaan brandingnya, meskipun terlihat memiliki karakteristik sama namun bisa menjadi pembeda. Perbedaan ini akan menggelitik rasa penasaran wisatawan untuk mencoba mengunjungi daerah wisatanya.

2. Tertanamnya Citra Pada Wisatawan

Semakin baik penggambaran daerahnya, semakin baik juga citra dalam benak konsumen. Terlebih apabila ditunjang dengan pelayanan sesuai dengan pemasarannya. Tentunya pengalamannya berwisata akan terus teringat dan membekas jadi pengalaman menyenangkan.  Contohnya seperti Yogyakarta yang menawarkan destinasi bagi para anak muda. Mulai dari hiburannya, tempat belanjanya, kulinernya, hingga harganya sangat cocok bagi anak muda. Karenanya terbangun terus pemahaman bahwa Yogya = anak muda.

3. Menumbuhkan Loyalitas Pelanggan

Pengalaman baik tentunya ingin terus selalu diulang – ulang, terlebih apabila mampu memberikan kesan baik. Begitu juga ketika mengunjungi daerah wisata, pastinya akan senantiasa dikunjungi lagi ketika memiliki waktu dan kesempatan.

4. Meningkatkan Daya Tarik Destinasinya

Pengenalan secara terus menerus, memanfaatkan sosial media atau influencer, menunjukkan testimoni, serta ditunjang dengan berbagai sarana prasarana, tentunya semakin membuat orang penasaran. Akibatnya daya tariknya akan semakin besar.  Salah satu sektor terdampak karena adanya pandemi berkepanjangan adalah sektor pariwisata. Berkurangnya pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan memukul sektor ini. Namun dengan mengupayakan destination branding ada peluang bangkit lagi.

Baca Juga: Culture Branding, Berikut Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Demikianlah penjelasan jenjang destination branding yang bisa ada gunakan. Ingin memasarkan produk Anda secara digital? Hubungi Dreambox! Kami siap membantu. Klik di sini!