09 December 2019

“Tagline adalah bagian dari konsep kreatif dalam branding.”

Berupa kalimat singkat yang mampu mendeskripsikan jelas dan sederhana tentang apa yang ditawarkan brand (baik produk maupun jasa) kepada konsumen. Contohnya seperti Just Do ItThink Different, I’m Lovin It, Life is Never Flat, Berapa Lapis? Ratusan. Tanpa perlu ada keterangan brand, anda pasti sudah tahu beberapa tagline di atas merujuk ke brand apa saja. Itulah contoh branding tagline yang efektif. Semua itu mengacu pada perancangan agar terdengar unik dan mudah diingat konsumen.

Baca Juga: Podcast Sebagai Sarana Product Placement Terbaru

Tagline yang mampu diingat banyak konsumen menandakan upaya branding tagline berhasil efektif dan mampu meningkatkan brand awareness. Sehingga konsumen akan langsung teringat dengan brand yang diwakili tagline tersebut saat membutuhkan produk atau layanan jasa tertentu. Hal ini terbukti mampu meningkatkan potensi keuntungan secara signifikan.

Cara Branding Tagline Yang Efektif

Ada 4 kriteria tagline yang efektif, yaitu memiliki makna yang jelas, spesifik (terkait identitas produk atau jasa), mudah diingat, dan tidak mengandung konotasi negatif. Lalu bagaimana cara branding tagline yang efektif? Yuk, simak ulasan caranya berikut ini.

1. Desain Logo Bisnis Anda Terlebih Dahulu

Permulaan branding tagline membutuhkan sebuah logo agar efektif. Karena tagline tanpa logo tak akan berfungsi maksimal, terutama jika promosi dilakukan melalui media visual digital.

Anda harus mendesain sebuah logo yang mampu menggambarkan identitas atau filosofi bisnis anda dahulu sebelum menentukan tagline.

2. Tonjolkan Keunggulan dan Manfaat

Branding tagline berfungsi sebagai pembeda dari banyaknya pesaing yang ada. Kenali produk atau jasa anda dengan baik dan tonjolkan keunggulan dan manfaat produk atau jasa anda melalui tagline

Contoh : tagline yang digunakan oleh Pegadaian, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.

3. Pilih Kalimat Sederhana

Cara branding tagline yang efektif berikutnya adalah dengan memilih kalimat singkat, sederhana dan mudah diingat. Anda juga boleh membuat kalimat berima agar terdengar unik.

Contoh : tagline yang digunakan oleh perusahaan lampu Philips, “Terus terang, Phillips terang terus”.

4. Memancing Emosi (Provokasi)

Tagline yang mampu memancing emosi konsumen atau provokasi (dalam arti positif) biasanya berupa kalimat pernyataan atau pertanyaan.

Contoh:

  • Tagline yang digunakan brand Yakult, “Saya Minum Dua” dan “Cintai Ususmu, Minum Yakult Tiap Hari”.
  • Tagline yang digunakan brand Tolak Angin, “Orang Pintar Minum Tolak Angin”.

5. Usahakan Jujur dan Apa Adanya

Hindari penggunaan kata self proclaimed dalam tagline seperti “No.1”, “Paling Ampuh”, atau “Terbaik”. Karena ini dapat diartikan sebagai janji oleh konsumen. Salah-salah nanti konsumen malah kecewa karena produk atau jasa anda memiliki kualitas yang standar saja.

Jadi jangan berlebihan dan terlalu percaya diri dengan kualitas produk atau jasa anda. Kecuali, ada sertifikasi yang memang telah anda dapatkan. Usahakan jujur dan apa adanya saat mendeskripsikan produk atau jasa anda ke dalam tagline.

6. Hindari Plagiat Tagline

Orisinalitas adalah kunci utama sebuah branding. Jangan sekali-sekali meniru baik sebagian atau keseluruhan tagline yang sudah ada lebih dulu. Ini bisa merugikan bisnis anda, apalagi di era digital ini, rekam jejak digital akan tertanam selamanya.

Selain itu biasanya semua tagline bisnis telah didaftarkan kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Anda bisa dikenakan royalti yang tak sedikit apabila terbukti melakukan plagiarism.

Tagline harus sesuai dengan identitas produk atau jasa anda, bukan milik orang lain.

Baca Juga: 3 Tokoh Branding Produk Terbaik dan Inspiratif

Cara branding tagline yang efektif memang tidak mudah, namun hasilnya akan sebanding dengan apa yang akan anda dapatkan. jika anda ingin bisnis anda untung besar jangan membuat tagline secara asal-asalan.

Jalankan kegiatan Branding-mu bersama Dreambox Brandign Consultant. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di sini.