24 November 2020

Brand image merupakan konsep yang menjadi wajah dari suatu bisnis.

Setiap konsumen tentu memiliki seleranya masing-masing dalam membeli produk atau menggunakan jasa, tak jarang dari mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk memilih produk yang tepat, hal ini disebut juga sebagai customers journey. Namun kegiatan memilih tersebut cenderung hadir ketika seseorang tidak memiliki gambaran yang tepat akan produk yang mereka inginkan, dengan kata lain apabila suatu brand memiliki brand image yang kuat maka para pelanggan akan otomatis teringat dengan produk-produk dari brand tersebut.

Baca juga: 8 Cara Meningkatkan Brand Awareness Bisnis Anda

  • Apa itu Brand Image?

Secara umum Brand Image dapat diartikan sebagai konsep yang menggambarkan perusahaan tersebut, atau dalam bahasa indonesia disebut sebagai “citra”. Tidak hanya logo dan desain, Bentuk Brand Image dapat dikembangkan melalui berbagai macam cara dan strategi, mulai dari strategi komunikasi, iklan, hingga campaign dengan mengangkat isu yang sesuai dengan citra perusahaan.

Sebagai contoh suatu bisnis kuliner yang mengusung tema vegetarian aktif mengkampanyekan mengenai  pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayur-sayuran dan rutin berolahraga, dengan melakukan hal ini restoran tersebut secara langsung sedang membangun citra perusahaan di mata masyarakat, sehingga brand awareness terhadap kuliner sehat dapat meningkat pada brand restoran tersebut.

  • Optimalisasi melalui Digital Marketing

Dari sisi Digital Marketing, Brand Image merupakan salah satu hal signifikan yang harus disesuaikan dengan materi yang akan disuguhkan kepada konsumen. Secara mendasar memang penerapan Brand Image memang harus diaplikasikan kepada seluruh bentuk promosi yang dilakukan oleh perusahaan, namun pada bagian digital marketing proses yang dilakukan membutuhkan pendekatan yang lebih mendetail.

Digital Marketing sendri memiliki banyak bentuk dan cara, salah satunya adalah email marketing yang bertujuan untuk mendapatkan perhatian pelanggan secara langsung baik dalam bentuk B2B maupun B2C. Dalam proses pembuatannya email marketing membutuhkan banyak materi seperti tamplate, kalimat yang disampaikan, hingga promosi yang ditawarkan, semua proses tersebut harus disesuaikan dengan brand image yang dimiliki oleh perusahaan, bukan hanya dengan manaruh logo dan menulis kata sesuka hati. Perusahaan perlu membangun kalimat sedemikian rupa persuasif namun tetap pada ranah image yang dimiliki perusahaan, sebagai contoh perusahaan dengan image eksekutif perlu memilih kata-kata yang berkesan profesional untuk disuguhkan kepada calon konsumen melalui email marketing, sehingga target yang dituju sesuai dan tetap konsisten terhadap brand image yang dimiliki perusahaan.

Berdasarkan ulasan di atas dapat diketahui bahwa “citra” perusahaan harus diterapkan dalam bentuk kegiatan apapun yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga para konsumen dan calon konsumen dapat memiliki awareness yang tinggi terhadap brand tersebut.

Baca juga: 3 Tips Memaksimalkan Digital Marketing Bisnis Anda

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi website Dreambox Branding Agency di sini.