20 November 2019

“Pasar adalah tempat di mana brand diedarkan.”

Pasar bisa berbentuk apa saja. Bisa benar-benar pasar seperti yang kita lihat sehari-hari, bisa pasar digital, dan lain sebagainya. Di pasar konvensional, ada interaksi 2 arah antara penjual dengan pembeli. Oleh karena itu hubungan konsumen sangat penting. Pembeli dapat mengeluarkan pendapat tentang produk, penjual bisa mendengar dan menampung pendapat tersebut.

Baca Juga: Cara Membangun Brand Agar Mudah Dikenal Dan Disukai

Namun, sayangnya interaksi tersebut hanya sebatas pembeli dengan penjual yang adalah penyalur saja, bukan pemilik brand. Penjual hanya dapat menampung pendapat saja tidak mampu berbuat banyak. Ada penjual yang mau dan mampu meneruskan ke pihak perusahaan. Namun, tidak semua usulan direspon oleh perusahaan. Alhasil, transaksi kembali seperti semula yaitu pembeli membeli produk dan ‘menerima apa adanya’ produk tersebut.

Pentingnya Brand Engagement

Dari ilustrasi pasar di atas, dunia marketing kemudian menghadirkan brand engagement yang bermaksud untuk memberi jembatan antara konsumen dengan perusahaan atau meningkatkan hubungan konsumen. Sebelumnya brand engagement ini dilakukan dengan media surat menyurat, telepon, email dan bertatap muka. Namun  kebanyakan gagal di tengah jalan karena banyak perusahaan yang tidak menganggap usulan dan kritikan para pelanggan ini penting.

Lambat laun perusahaan-perusahaan anti kritik ini luluh juga karena menjamurnya perusahaan baru yang kompetitif dan lebih mendengarkan suara konsumen. Perusahaan-perusahaan baru menjadi akrab dengan para konsumennya dan mulai meninggalkan brand lain. Jika sudah begini, baru terasa pentingnya brand engagement.

Cara Membangun Brand Engagement

Brand engagement level dasar kini dapat ditempuh dengan jalur internet. Dahulu mungkin layanan konsumen yang pertama adalah sambungan telepon. Tetapi dengan terbatasnya line telepon, maka digantikan oleh internet. Berikan pendidikan dan latihan kepada karyawan yang memegang layanan konsumen tentang produk secara rinci, komposisi, iklan, promo yang berlangsung, harga terbaru dan lainnya. Jangan sampai 1 pertanyaan konsumen mendapat 2 jawaban berbeda. Setiap ada perubahan promo atau program, perlu disosialisasikan kepada seluruh karyawan.

Berikan Buletin

Kirimkan terus buletin online yang berisi informasi promo yang sedang berlangsung. Jika sedang tidak ada promo, berikan informasi yang menarik terkait dengan produk. Informasi itu dapat berupa ensiklopedia jenis produk yang dikeluarkan perusahaan kamu, sejarah tentang asal usul benda dan lainnya. Namun, perlu diingat bahwa pengiriman buletin online melalui email otomatis ini harus dengan izin si penerima. Sediakan pilihan untuk subscribe dan unsubscribe. Berikan hadiah secara berkala seperti voucher agar pelanggan tetap tertarik untuk subscribe buletin online.

Tanggapi Dengan Serius

Bila kita telah menjalankan brand engagement, kita harus konsisten dengan yang telah kita terapkan. Jika ada konsumen memberikan kritik, masukan, komentar, harus kita terima dan respon dengan baik.

Meski tidak semua masukkan dapat dikabulkan, tetapi kita harus memberikan penjelasan kepada konsumen. Komunikasi yang baik adalah kunci dalam menjalankan brand engagement.

Baca Juga: Ketahui 4 Tingkatan Dalam Brand Awareness!

Brand engagement merupakan salah satu hal penting yang harus dijalankan untuk menambah kepercayaan konsumen kepada produk. Sering kali bantuan profesional dibutuhkan dalam menjalankan brand engagement. Dreambox Branding Consultant yang sudah berpengalaman menjalankan brand engagement dapat membantu Anda untuk menjalankan brand engagement produk Anda. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi kami di sini.