10 February 2020

Apa pengertian influencer di dalam dunia marketing?

Di dalam dunia marketing, pengertian influencer adalah perseorangan atau sekelompok orang yang mampu mempengaruhi persepsi atau preferensi masyarakat terhadap brand yang ditandai dengan banyaknya audiens yang dimilikinya.

Audiens dapat terlihat dari banyaknya jumlah followers Instagram atau twitter, subscriber Youtube, dan lain sebagainya.  Influencer bisa berupa artis, politikus, seniman, pemuka agama, akademisi, tenaga ahli, pemuka masyarakat, dan lain sebagainya.

Target konsumen yang semakin skeptis terhadap brand membuat semakin sulit membangun kepercayaan terhadap brand. Sehingga pendapat atau ulasan dari influencer terkait brand dapat membantu menumbuhkan kepercayaan target konsumen terhadap brand.

Baca Juga: Rebranding Produk, Cara Ampuh Mencari Pelanggan Baru

Selain itu, influencer yang telah memiliki sekelompok audiens tertentu merupakan media yang efektif untuk menjangkau target konsumen. Target konsumen akan memburu informasi melalui influencer. Sehingga brand tidak perlu memburu atau mencari media yang dikonsumsi oleh target konsumen, melainkan cukup dengan menyampaikan pesan komunikasi pemasaran melalui influencer.

Jenis-Jenis Influencer

Semakin berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi melalui media sosial, membuat pendefinisian influencer semakin mudah. Dalam pemasaran melalui media sosial, influencer dikelompokkan berdasarkan jumlah followers-nya. Berikut jenis-jenis influencer berdasarkan jumlah followers-nya:

1. Nano Influencer

Jenis influencer yang memiliki jangkauan paling kecil adalah nano influencer yang memiliki followers 1000 sampai 10.000 orang. Karena jumlah followers yang sedikit membuat influencer dan followers-nya saling mengenal dan saling berinteraksi melalui media sosial. Sehingga engagement yang tercipta semakin kuat.

Engagement yang kuat membuat tingkat kepercayaan followers-nya sangat tinggi.  Biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan jasa nano influencer terbilang sangat murah dan terjangkau.

2. Micro Influencer

Influencer yang memiliki jumlah followers 10.000 sampai 100.000 merupakan pengertian influencer jenis micro. Umumnya masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap influencer jenis ini, karena, mereka memiliki kapabilitas dalam bidang tertentu, misalnya seorang beauty expert, health expert, dan lain sebagainya.

Selain itu, jumlah followers yang tidak terlalu banyak membuat engagement antara influencer dan para follower-nya terbilang kuat. Biaya yang harus dikeluarkan brand untuk menggunakan jasa micro influencer masih terbilang murah dan terjangkau.

3. Macro Influencer

Influencer yang dikategorikan dalam macro influencer merupakan influencer yang memiliki followers antara 100.000 sampai 1 juta followers. Dengan jumlah followers lebih banyak, tentu jangkauan pesan yang akan disampaikan olehnya lebih luas, tetapi tentu saja biaya yang harus dikeluarkan oleh brand lebih besar.

Engagement antara influencer dengan followers-nya tetap ada, tetapi bisa dikatakan kurang kuat.

4. Mega Influencer

Influencer jenis mega merupakan influencer yang memiliki lebih dari 1 juta followers. Pada umumnya influencer jenis ini merupakan artis atau pemuka masyarakat yang dikenal atau memiliki jangkauan secara nasional.

Jumlah followers yang sangat banyak memungkinkan influencer untuk menyebarkan pesan secara luas dalam waktu singkat, tetapi, tentu saja biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan jasa mega influencer sangat besar.

Itulah pengertian influencer dan jenis-jenisnya dilihat dari jumlah audiens yang dimiliki. Satu catatan penting yang harus disadari adalah biaya jasa influencer semakin mahal seiring dengan semakin banyaknya jumlah followers yang dimiliki, tetapi kualitas konten yang ditampilkan influencer yang memiliki followers banyak akan semakin berkualitas. Pasalnya influencer yang memiliki banyak followers sangat memperhatikan kualitas media sosialnya demi kepentingan bisnis.

Dalam memilih influencer yang akan membawa pesan brand tidak bisa dilakukan sembarangan dan hanya memperhatikan jumlah followers-nya saja. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih influencer adalah citra positif atau negatif influencer, relevansi dengan brand, kualitas konten media sosialnya, dan kesesuaian harga dengan anggaran yang dimiliki perusahaan.

Baca Juga: Merubah Citra Perusahaan dengan Melakukan Branding

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.