05 February 2020

Alih-alih sederhana, rebranding produk sebenarnya cukup rumit dan berisiko.

Bahkan, saat brand seterkenal Uber melakukan rebranding produk dengan mendesain ulang logonya, sekitar 44% pelanggan menjadi ragu apakah itu milik perusahaan yang sama atau bukan.

Baca Juga: Bekerja Sama dengan Branding Agency? Apa Keuntungannya?

Agar hal yang sama tidak terjadi, ada baiknya untuk berpikir seribu kali. Kemudian terapkan strategi pemasaran yang baru atau melakukan riset market sebelum memperbarui brand.

Mengapa Perusahaan Melakukan Rebranding Produk

Ingin tahu apa alasan dibalik banyaknya perusahaan melakukan rebranding produk? Simak ulasannya di sini.

1. Menutupi Krisis

Sewaktu-waktu, krisis bisa menimpa suatu perusahaan. Misalnya, karena kabar buruk di media akibat ulah salah satu anggota tim. Butuh ribuan hari untuk membangun reputasi. Tapi cukup hanya sehari untuk meruntuhkannya. Daripada berlarut-larut, maka, perusahaan memang sebaiknya melakukan rebrand.

2. Merger dan Akuisisi

Ada kalanya, dua perusahaan yang berbeda bersatu. Misalnya, ketika seluruh saham keduanya dibeli oleh “orang baru” yang bertujuan agar lebih menghemat biaya saat menerapkan berbagai strategi pemasaran. Tim yang bekerja juga lebih fokus ketika memiliki kesamaan tujuan.

3. Menciptakan Filosofi Baru

Baik misi, visi, dan nilai perusahaan seharusnya yang menguasai keputusan untuk melakukan rebrand. Ketika ketiga aspek penting tersebut berubah, mau tak mau, desain pada logo dan lain-lain juga ikut diperbarui.

4. Repositioning pada Target Market

Brand atau merek itu didesain dengan tujuan untuk menjalin hubungan antara perusahaan dengan konsumen. Jadi, saat melakukan repositioning, tak hanya buyer persona yang berubah. Tetapi juga desain produk, promosi, hingga soal pricing.

5. Pindah Lokasi

Saat berpindah lokasi, sama halnya terjun ke medan yang benar-benar baru. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan pada logo, pesan, dan lain-lain. Terutama ketika kantor pusat pindah lokasi ke luar negeri.

6. Adanya Kejenuhan

Ketika customer melihat logo dan slogan yang itu-itu terus, lama-lama juga merasa jenuh. Minimal terasa biasa dan kurang greget. Alhasil, keinginan untuk membeli jadi menurun.

Tips-Tips yang Perlu Diterapkan saat Melakukan Rebrand

1. Bangun Kembali Audien dan Pasar

Setelah melakukan riset pasar, banyak data-data baru yang terkumpul. Salah satunya yang berkaitan dengan customer. Kaji ulang dan cari tahu siapa saja yang benar-benar membeli produk Anda. Kemudian bangun kembali buyer persona untuk memastikan adanya kecocokan terkait data dan calon pelanggan.

2. Definisikan Ulang Apa Misi, Visi, dan Nilai Perusahaan

Ada 3 pertanyaan yang perlu Anda jawab saat mendefinisikan ulang terkait visi, misi, dan nilai. Apa yang sedang Anda kerjakan? Bagaimana Anda melakukannya? Mengapa Anda melakukannya? Jawaban ketiga pertanyaan tersebut harus ada sebelum brand baru diperkenalkan ke publik.

3. Buat Nama Baru

Ada beberapa pilihan untuk mengubah nama saat melakukan rebranding produk. Perubahan nama bisa diterapkan dengan membuat kata baru, memodifikasi ejaan, hingga menciptakan akronim. Kemudian, selaraskan dengan visi, misi, dan nilai perusahaan.

4. Pertimbangkan Perubahan Slogan pada Brand

Sama seperti nama, kedudukan slogan pada brand juga penting untuk diperhatikan. Slogan yang baik mengandung visi dan misi perusahaan. Tapi, sebelum benar-benar mengubah, ada baiknya untuk menimbang ulang. Apakah slogan ingin diubah atau dibiarkan saja.

5. Bangun Ulang Identitas Brand

Sebagian identitas brand ada pada logo. Perubahan pada desain logo bisa turut mengubah persepsi target konsumen ketika mereka melihatnya untuk pertama kali.

Logo yang bagus sebaiknya tetap sederhana, punya pengaruh, bisa beradaptasi, wajar, dan bisa digunakan dalam jangka panjang. Beberapa elemen yang perlu diperhatikan antara lain terkait warna, tipografi, dan bentuk secara keseluruhan.

Sejauh ini, sudah banyak perusahaan yang melakukan rebranding dan terbukti berhasil. Mungkin hanya berubah pada logo dan slogan. Tapi dampaknya cukup besar, terutama untuk perusahaan yang sudah memiliki banyak pelanggan. Dengan perubahan tersebut, pelanggan baru pun akan tertarik untuk mencoba produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Baca Juga: Cara Memperluas Pangsa Pasar dengan Strategi Branding

Ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.