12 February 2020

Usaha untuk menawarkan produk/layanan ke semua orang seringkali tak membuahkan hasil yang maksimal.

Tapi, setelah membuat variasi produk/layanan sesuai target konsumen, mendadak jumlah market share dan penghasilan meningkat.

Baca Juga: Sponsor Perusahaan, Salah Satu Strategi Branding Praktis

Biaya yang dikeluarkan juga bisa ditekan seminim mungkin. Dari situlah ide untuk membuat segmentasi produk bermula.

Berbeda halnya dengan branding. Sebab, tujuan utama aktivitas branding murni untuk meningkatkan visibilitas merek dan loyalitas konsumen. Untuk mencari tahu mana yang harus diutamakan, sebaiknya bedah satu per satu dulu. Baik dari segi definisi maupun tujuan masing-masing.

Definisi dan Tujuan dari Segmentasi Produk

Segmentasi produk adalah upaya perusahaan untuk memproduksi layanan/produk variatif sesuai dengan customer base. Terkadang, pengelompokan produk dilakukan di bawah brand yang berbeda. Segmentasi ini bertumpu pada hasil riset pasar untuk mengidentifikasi karakter produk yang beresonansi dengan target market.

Segmentasi ini tentu bertujuan untuk menciptakan mekanisme demi mendistribusikan risiko tinggi penjualan karena adanya target market yang berseberangan. Idealnya, satu jenis produk untuk satu target market. Tapi, seiring berkembangnya perusahaan, tentu cara lama tidak bisa diterapkan kembali.

Dengan adanya segmentasi, risiko salah sasaran juga bisa diminimalisir. Misalnya, ada satu segmen produk yang mendapatkan reaksi rendah dari target market. Hal itu sama sekali tidak mempengaruhi segmen produk lain karena tujuannya berbeda.

Pelanggan atau konsumen yang tertarget juga menjadi lebih leluasa dengan adanya segmentasi ini. Mereka tak lagi terjebak di ruang lingkup yang menganggap bahwa produk milik brand ini cuma begitu-begitu saja.

Penerapan segmentasi ini dilakukan dengan sangat baik oleh beberapa brand ternama. Sebut saja Apple, Samsung, hingga General Motor. Pada brand General Motor sendiri telah memproduksi banyak produk yang kemudian dimasukkan ke dalam beberapa merek seperti Buick, Hummer, Cadillac, serta Chevrolet. Mereka berada di bawah naungan General Motor.

Definisi dan Tujuan Menerapkan Aktivitas Branding

Berdasarkan definisi dari Philip Kotler, branding adalah simbol, rancangan, tanda, istilah, nama, serta kombinasi yang ditujukan agar memiliki identitas yang berbeda dari kompetitor. Namun seiring berjalannya waktu, definisi branding mengalami perubahan. Kini, segala upaya untuk membangun dan membesarkan brand juga termasuk dalam definisi branding.

Unsur-unsur branding dapat ditengarai dari segi nama, logo, tampilan visual, juru bicara, suara (voice), serta kata-kata. Adapun untuk jenisnya meliputi product branding, personal branding, hingga cultural branding.

Bagi perusahaan, aktivitas branding memiliki banyak kelebihan. Salah satunya bisa dijadikan tolok-ukur untuk menaikkan harga yang masih dapat ditoleransi oleh target market. Kegiatan branding yang berhasil juga mampu meningkatkan loyalitas pelanggan.

Jadi, Mana yang Harus Diutamakan?

Setelah menilik tujuan dan definisi masing-masing, bisa disimpulkan, bahwa kegiatan branding harus lebih diutamakan ketimbang segmentasi produk. Sebab, segmentasi baru dapat dilakukan setelah berhasil menarik minat dari banyak pelanggan. Sedangkan, aktivitas branding harus dilakukan sejak pertama kali merek dibuat.

Ketika produk sudah dipecah ke dalam beberapa segmen, aktivitas branding tak boleh ditinggalkan begitu saja. Walaupun perusahaan Anda sudah memiliki basis konsumen yang kuat dari berbagai kalangan.

Dengan rutin menerapkan kegiatan branding, bisa jadi, produk yang tersegmentasi nantinya beranak-pinak. Dengan begitu, maka terciptalah perusahaan besar yang mampu menaungi beberapa merek sekaligus.

Untuk membuat segmentasi sendiri memerlukan sumber dan modal yang tidak sedikit. Terutama, ketika baru menerapkannya untuk pertama kali. Tapi, efek yang dihasilkan baru akan terasa di kemudian hari. Misalnya, ketika Anda berniat hendak melakukan ekspansi. Baik dari segi produk, layanan, ataupun target market.

Baik aktivitas branding ataupun segmentasi terhadap produk, sama-sama memerlukan waktu yang tidak sebentar. Pemilihan waktu yang tepat (timing) juga berpengaruh kuat pada hasil keduanya. Oleh karena itu, sering-seringlah memperhatikan pergerakan tren untuk membuat keputusan penting.

Baca Juga: Rebranding Produk, Cara Ampuh Mencari Pelanggan Baru

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.