17 July 2020

Perekonomian menurun drastis sejak pandemi virus Covid-19. Pebisnis perlu memperhatikan dan mengembangkan strategi branding produk yang baru untuk menyesuaikan dengan kondisi New Normal saat ini.

Sektor perekonomian sejak pandemi virus Covid-19 merebak memang mengalami pukulan telak. Indonesia sendiri menghadapi situasi di mana perekonomian tiarap hanya dalam hitungan hari. Kondisi ini kemudian mulai dicari solusinya secara teliti, dan pemerintah Indonesia menetapkan new normal atau kenormalan baru sebagai jalan tengah dan jalan terbaik untuk mengatasinya.

Baca Juga: Strategi Branding Perusahaan Pasca Musibah Corona

Kenormalan baru memberi harapan bagi pelaku bisnis untuk kembali menyongsong masa depan, sebab sangat memungkinkan untuk beroperasi kembali. Tentunya dengan catatan khusus, yakni menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Menyambut kenormalan baru tersebut tak pelak pebisnis harus melakukan pembaharuan, termasuk untuk urusan strategi branding produk. Lantas, bagaimana strategi branding yang baik di era baru ini? Simak dulu penjelasannya di  bawah ini.

Strategi Branding Produk di Era New Normal

Adanya kewajiban menerapkan protokol kesehatan secara ketat membuat kegiatan branding perlu diubah mengikuti kebijakan tersebut. Kondisi ini membentuk banyak batasan, misalnya saja tidak bisa mendatangi keramaian untuk membagikan brosur kepada khalayak.

Oleh sebab itu perlu dilakukan perubahan agar kegiatan branding bisa berjalan dan hasilnya optimal, berikut beberapa strategi branding produk yang cocok diterapkan di era new normal.

1. Terhubung dengan Media Sosial

Media sosial menjadi salah satu andalan untuk berbisnis di kenormalan baru, sebab memungkinkan proses beriklan dijangkau oleh pelanggan yang ada di mana saja. Jadi bangun akun media sosial secara baik dan profesional agar bisa tetap terhubung dengan pelanggan.

Meskipun media online yang memfasilitasi pebisnis untuk terhubung dengan pelanggan bukan hanya media sosial, media sosial sangat populer dan menjadi salah satu situs yang banyak dikunjungi pengguna internet, khususnya selama isolasi di tengah pandemi. Sehingga kesempatan iklan dan akun terlihat oleh pelanggan semakin besar dibanding media online lainnya.

2. Bisa Ditemukan Secara Online

Kebijakan isolasi selama pandemi, seperti social distancing di Indonesia membuat pola konsumsi masyarakat berubah. Kebanyakan beralih dari transaksi offline ke online yang lebih aman. Sehingga memastikan produk bisa ditemukan secara online oleh pelanggan menjadi hal krusial.

Selain membangun akun di media sosial populer, usahakan menyediakan website, Google Business, dan semacamnya agar mudah ditemukan pelanggan.

3. Memberi Penawaran Menarik

Jika bisnis sudah mudah ditemukan oleh pelanggan, apa langkah selanjutnya? Dianjurkan untuk membuat penawaran menarik, entah dalam bentuk diskon maupun paket belanja yang lebih hemat dibanding membeli satuan.

Mengapa? Sebab masyarakat sejak pandemi melanda cenderung lebih selektif untuk membelanjakan uangnya. Jika tidak ada embel-embel penawaran khusus, maka penjualan akan tetap lesu. Namun jika Anda mampu meyakinkan pelanggan untuk menghabiskan uangnya dengan promo yang dikemas menarik, mengapa tidak dicoba?

4. Menunjukan Empati 

Pandemi menciptakan kondisi yang sangat labil di segala aspek kehidupan, tidak salah jika pelanggan mulai cermat membelanjakan uangnya. Maka untuk memastikan strategi branding produk yang diterapkan efektif.

Ada baiknya mengikuti beriklan dengan menggunakan unsur empati di dalamnya. Misalnya saja promo gratis masker atau hand sanitizer untuk pembelian produk tertentu. Sehingga menunjukan kepada khalayak bahwa perusahaan Anda peduli pada kesehatan mereka, bukan sekedar mencari untung di tengah pandemi.

5. Memperhatikan Perubahan Karakter Konsumen

Menjelang era kenormalan baru ada baiknya untuk mempelajari karakter konsumen kemudian sedikit melakukan perubahan pada produk yang dijual. Sehingga bisa memastikan bisnis tetap dapat berjalan selama kenormalan baru tersebut dan seterusnya. Misalnya saja menyediakan produk dengan kemasan lebih kecil agar lebih murah. Langkah ini membuat produk terlihat “mudah dijangkau”, sehingga pelanggan yang tengah berjuang berhemat tetap tertarik untuk membelinya.

Ada banyak strategi branding produk yang bisa dicoba di era kenormalan baru, yakni sesuai penjelasan di atas. Silahkan menerapkannya agar bisnis bisa bertahan.

Baca Juga: Etika dalam Pemasaran disaat Bencana

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.