11 December 2019

“Pernahkah Anda mendengar istilah visual audit?”

Apakah fungsi visual audit sama dengan brand audit? Seberapa penting perannya terhadap branding bisnis? Untuk Anda yang selama ini masih bertanya-tanya terkait hal diatas, yuk simak ulasan kita kali ini.

Baca Juga: Jingle Sebagai Salah Satu Alat Marketing Terbaik

Pengertian

Visual audit adalah sebuah kegiatan menganalisa dengan rinci seluruh aspek visual pada brand, seperti logo, tagline, desain produk, teknik visual branding dsb. Analisa ini dilakukan untuk menilai efektivitas aset yang sudah dimiliki untuk kelancaran bisnis.

Audit visual adalah cara yang tepat untuk menilai ‘kesehatan’ brand dari segi visual Anda saat ini. Anda bisa menganggapnya sebagai tinjauan sistematis atau penilaian terhadap elemen visual branding bisnis Anda.

Sedangkan brand audit adalah sebuah kegiatan analisa sebuah brand secara keseluruhan. Dalam hal kaitannya dengan posisi brand di pasar dan bagaimana respon pasar atas brand tersebut.

Jadi ini merupakan bagian proses dari brand audit yang selama ini sudah Anda kenal.

Kapan Waktu Pelaksanaannya?

Jika dalam beberapa jangka waktu produk atau jasa Anda yang menguasai pasar, kemudian tiba-tiba market share turun, saat itulah Anda perlu melakukan audit terhadap visual brand Anda.

Anda juga perlu melakukan audit visual saat Anda melakukan pengembangan produk baru atau berencana melakukan ekspansi bisnis, ke luar negeri.

Cara Melakukan Visual Audit

Jika Anda ingin melakukan audit terhadap visual brand Anda, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan hal ini, diantaranya adalah:

1. Membuat Framework Audit

Framework audit dibuat sebagai panduan sasaran strategis yang menjadi acuan audit, yang didalamnya meliputi target market, positioning terhadap kompetitor, tren industri kini dan yang akan datang, produk, sistem branding, sistem layanan, serta data penjualan.

2. Lakukan Analisa pada Elemen

Analisa dilakukan pada semua elemen terkait visual branding yang meliputi logo bisnis, font, warna, desain, nada, gambar dan gaya. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah seperti kualitas buruk logo, tagline yang berkonotasi negatif, tata letak toko yang salah, kesesuaian brand dengan produk atau jasa atau desain yang buruk.

3. Evaluasi Masalah

Laporan evaluasi masalah berisi uraian seberapa efektif visual branding Anda mewakili bisnis dan mengukur seberapa maksimal atau sejauh apa upaya visual branding yang telah dilakukan. Ini merupakan pertanyaan pertama saat mengevaluasi masalah.

4. Upaya Perbaikan

Upaya perbaikan yang dilakukan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi masalah. Jika kualitas logo buruk maka harus dilakukan desain ulang, jika brand dinilai tak memiliki daya tarik maka dilakukan rebranding, jika letak toko salah maka dilakukan pemindahan lokasi toko ke tempat yang lebih strategis.

Seringkali bisnis kecil tidak menyadari betapa pentingnya untuk menciptakan dan menyajikan citra visual yang koheren dan efektif demi keberhasilan upaya branding.

Padahal, perpaduan elemen visual branding dapat menyampaikan pesan kepada konsumen tentang bisnis yang dijalankan dan dapat menciptakan identitas brand.

Hal tersebut berperan penting dalam menentukan persepsi konsumen tentang sebuah produk atau jasa. Apakah produk atau jasa itu memiliki manfaat, menarik, dan mudah terjangkau oleh konsumen?

Sebaliknya, bisnis besar sering mengabaikan atau tak peduli dengan evaluasi kualitas “kesehatan” brand mereka. Sehingga mereka tak menyadari kemungkinan adanya inkonsistensi pada strategi branding yang dijalankan. Sehingga mengalami penurunan omzet penjualan atau malah mengalami kerugian yang besar.

Maka dari itu sangat penting melakukan brand audit dan khususnya visual audit berkala untuk menjamin “kesehatan” brand Anda.

Baca Juga: Podcast Sebagai Sarana Product Placement Terbaru

Visual Audit mampu membantu brand Anda untuk mengidentifikasi masalah dalam promosi visual. Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar branding? Kunjungi website Dreambox Branding Consultant di sini.