24 February 2020

Brand image bisa disebut sebagai citra.

Citra perusahaan yaitu apa yang terlintas di pikiran konsumen ketika memandang atau mendengar sebuah brand. Menurut Kotler, orang yang cukup berpengaruh di dunia pemasaran global, citra perusahaan adalah seperangkat keyakinan atau ide yang dipikirkan oleh seseorang terhadap suatu objek. Oleh karena itu, berbagai perusahaan berlomba-lomba mencari cara membangun brand image

Baca Juga: 5 Contoh Branding Produk yang Terkenal Hingga Saat Ini

Baik buruknya citra perusahaan bisa bergantung pada banyak hal. Karena perusahaan memiliki jangkauan yang cukup luas. Berbagai komponen dari brand image adalah atribut suatu produk (product’s attribute), keuntungan yang akan didapatkan oleh konsumen (customer benefits), dan karakter dari brand (brand personality-jika diibaratkan brand adalah manusia).

Cara Membangun Brand Image yang Kuat

Sebuah perusahaan yang ingin memiliki citra baik di hadapan para konsumen, juga harus mulai melakukan branding sejak dini. Berikut ini berbagai cara membangun brand image yang biasanya dilakukan oleh perusahaan besar:

1. Tentukan visi & target pasar

Sebuah perusahaan yang belum mengetahui dengan jelas apa visi yang akan mereka wujudkan pastinya akan kebingungan di tengah jalan. Perusahaan juga tidak akan efektif dalam memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki.

Oleh karena itu, segera setelah perusahaan dibentuk, tentukan visi yang akan dicapai perusahaan. Setelah visi clear, maka tentukan target pasar yang akan dijangkau.

2. Tentukan karakter

Perusahaan membutuhkan identitas pembeda dengan perusahaan rival. Adanya citra bisnis yang berbeda akan membuat perusahaan akan lebih menonjol, terlebih lagi jika brand yang dibuat memiliki karakter yang unik. Karakter yang melekat pada brand ini sebaiknya dipertahankan sampai akhir untuk menunjukkan konsistensi dari perusahaan.

Menentukan karakter brand memang bisa dijadikan sebagai salah satu cara membangun brand image. Ada baiknya jika perusahaan merembug dengan segenap jajaran untuk menentukan karakter brand yang akan mereka pilih. Usahakan untuk tetap mengutamakan ciri khas dan mengandung berbagai nilai-nilai positif.

3. Brand message delivery

Setelah menentukan karakter dari brand, penting bagi perusahaan untuk menyampaikan karakter yang telah mereka persiapkan kepada pembeli. Cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal ini adalah dengan membuat logo, content marketing, hingga menciptakan maskot dan slogan.

Karakter brand yang telah disiapkan sedemikian rupa akan dikemas dalam sebuah perwujudan gambar 2 dan 3 dimensi. Hal ini hendaknya juga mengandung aspek audio visual yang mampu mempengaruhi sisi psikologis pembeli.

4. Melakukan promosi

Setelah logo, maskot, dan slogan dari sebuah brand sudah siap dan cukup matang untuk diluncurkan ke masyarakat, saatnya melakukan proses pemasaran. Promosi bertujuan untuk menyebarluaskan hasil kerja perusahaan dalam merancang sebuah brand di hadapan khalayak ramai melalui content marketing.

Ada berbagai media yang bisa dimanfaatkan untuk melalui promosi, mulai dari media cetak hingga media massa. Selain itu, media pemasaran juga bisa dilancarkan dnegan menjadi sponsor dari sebuah event, kemudian mengirim maskot brand untuk tampil di hadapan para audiens.

Dengan berbagai cara tersebut, maka masyarakat akan terbiasa dengan brand perusahaan. Semakin sering kegiatan promosi dilakukan, maka semakin melekat pula karakter brand di ingatan publik.

5. Meneruskan konsistensi

Sebuah perusahaan yang mampu mengambil hati masyarakat harus bisa mempertahankan posisi tersebut. Konsistensi yang dilakukan oleh perusahaan bisa dilakukan dengan cara mempertahankan kualitas produk, mempertahankan karakter brand, mempertahankan hubungan baik dengan konsumen, dan berbagai aspek lainnya.

Akan lebih baik lagi jika dalam proses mempertahankan konsistensi ini, perusahaan juga melakukan hal lain yang bisa mengembangkan citra brand.

Membangun brand image diperlukan berbagai tahap dan waktu yang tidak sedikit. Berbagai uraian di atas merupakan cara membangun brand image yang biasanya dilakukan oleh perusahaan besar. Anda dapat mempraktekkan langkah-langkah tersebut pada perusahaan anda agar nantinya dapat terkenal dan menjadi market leader.

Baca Juga: Memasarkan Produk? Perhatikan Beberapa Aspek Berikut

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.