4 Hal yang Mesti Dipahami untuk UX UI Designer Pemula

Digital Marketing

Perkembangan dunia teknologi dan digital membuka peluang bagi UX UI designer

Profesi UX UI designer memiliki tugas begitu penting, yakni memberikan kemudahan serta kenyamanan bagi para pengguna aplikasi online maupun website. Dunia digital menghadirkan persaingan semakin ketat. Ini ditandai munculnya banyak perusahaan e-commerce, marketplace, maupun penyedia berbagai jasa. Mereka berlomba-lomba menciptakan website maupun aplikasi yang menunjang bisnis tersebut.

Berdasarkan situasi industri saat ini, Anda bisa membayangkan bahwa prospek karir seorang desainer UI maupun UX terbuka lebar. Kemampuan dalam membuat rancangan berbasis visual maupun pengalaman pengguna akan semakin dibutuhkan. Namun bagi sebagian orang masih ada yang belum mengetahui apa itu desainer UI UX. Namun tenang saja, kali ini kami akan mengulas secara lengkap tentang profesi satu ini serta apa saja hal yang harus dipahami.

Baca Juga: Berikut Daftar Jasa yang Biasa Ditawarkan Oleh Branding Consultant Jakarta

 Mengenal UX UI Designer Lebih Dekat

Dalam dunia arsitektur, desainer merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap rancangan suatu bangunan, baik itu interior maupun eksteriornya. Prinsip tersebut juga berlaku sama pada bidang teknologi digital. Bedanya ialah yang didesain berupa rancangan visual serta usability suatu produk teknologi. UI adalah singkatan dari User Interface, ini mengacu pada tampilan visual. Desainer UI bertanggung jawab atas kualitas visual produk.

UX adalah singkatan dari User Experience. Istilah tersebut merujuk pada pengalaman pengguna ketika menggunakan suatu produk. Desainer UX bertanggung jawab atas kepuasan pengguna saat memakai aplikasi maupun website. Saat ini banyaknya produk teknologi dan digital membuat perancang UX UI kian dicari jasanya. Ini adalah pilihan profesi yang cukup menjanjikan di masa mendatang. Jadi bisa dipertimbangkan oleh para generasi muda agar memiliki skill tersebut.

Memahami Perbedaan UX UI Designer

Desainer UX dan UI sebenarnya memiliki deskripsi job dan tanggung jawab berbeda. Meski demikian, terkadang perusahaan menyamakan keduanya karena pembagian tugasnya bisa dibilang relatif mirip. Desainer User Interface bertanggung jawab atas rancangan visual suatu produk. Diantaranya meliputi pemilihan warna, tipografi, layout, animasi gambar maupun video, serta elemen lain yang berkaitan dengan tampilan visual.

Pekerjaan desainer User Interface adalah memastikan agar suatu produk memiliki nilai estetika dari segi visualnya, sehingga menghadirkan keunggulan tersendiri dari aspek visual, sedangkan desainer User Experience bertanggung jawab atas pengalaman pengguna ketika menggunakan produk yang dibuat. UX fokus pada rasa kepuasan pengguna. Ini bisa diperoleh jika tersedia kemudahan navigasi, usability, fitur-fitur, dan sebagainya.

 Hal yang Wajib Dipahami UX UI Designer Pemula

Setiap orang pasti pernah menjadi pemula dalam profesinya. Sebagai pemula, Anda perlu memegang beberapa prinsip utama dalam profesi tersebut. Nah, bagi perancang UX UI, berikut ini 4 hal yang harus dipahami.

1. Memahami Masing-Masing Tujuan Desain

Tujuan adalah hal vital dalam setiap pekerjaan. Maka dari itu, jangan sampai melupakan akar tujuan yang perlu dicapai ketika mengerjakan sesuatu. Begitu pula ketika menjadi seorang UX UI designer. Masing-masing memiliki tujuan tersendiri dan berbeda satu sama lain. Tujuan utama dalam perancangan User Interface ialah untuk membuat tampilan produk menjadi lebih menarik berdasarkan aspek visualnya. 

Jadi fokus utamanya adalah memanjakan indera penglihatan pengguna. Ini dibuat berdasarkan riset desain serta konsep produk terkait. Perancang harus mampu menerjemahkan hasil risetnya ke dalam desain antarmuka, sedangkan tujuan perancangan User Experience adalah memastikan pengguna mendapatkan pengalaman nyaman dan menyenangkan ketika menggunakan produk tersebut. Ini didasarkan pada riset pengguna (user research).

2. Mengetahui Elemen Penting dalam UX UI Desain

Ada beberapa elemen penting yang harus dipahami oleh UX UI designer. Perlu digaris bawahi bahwa terdapat perbedaan mendasar serta harus dipisahkan antara elemen UX dan elemen UI. Beberapa elemen User Experience yang menjadi tolak ukur kinerja desainernya antara lain kebergunaan (usability), struktur rancangan, navigasi, desain interaktif, fitur yang tersedia, dan lainnya.

Tiap-tiap elemen tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. Agar bisa menghasilkan desain UX optimal, desainer wajib mengetahui fitur serta kemudahan apa saja yang diharapkan pengguna, sedangkan elemen User Interface antara lain warna, tipografi, animasi gambar maupun video, button, hingga layout. Semua elemen ini akan menghasilkan tampilan visual tertentu. Kualitasnya bisa dinilai berdasarkan estetikanya. Jadi, bisa dikatakan bahwa User Interface merupakan bagian dari User Experience yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya perlu saling mendukung supaya menghasilkan produk berkualitas dan diminati pengguna. 

3. Menggunakan Tools yang Tepat

Selanjutnya, UX UI designer juga wajib memahami apa saja tools untuk membuat serta mengolah tiap-tiap elemen dalam rancangan. User Interface berkaitan dengan elemen-elemen visual sehingga memerlukan tools berbasis desain grafis. Beberapa contoh tools yang bisa dipakai untuk mendesain User Interface misalnya Adobe Illustrator, Principle, Flinto, Frame X. UI designer wajib kompeten dalam desain grafis. Output atau hasil rancangan pre building yaitu berupa mockup 

Sementara User Experience berkaitan erat dengan keseluruhan produk berdasarkan kegunaan, sehingga tools yang perlu digunakan harus memiliki spesifikasi prototyping. Beberapa tools yang digunakan seperti Adobe XD, Sketch, InVision, Axure, hingga Figma. Output dari pekerjaan desain UX ialah berupa prototipe atau wireframe. Untuk menghasilkan prototipe sesuai rencana, desainer UX wajib memiliki skill riset pengguna hingga problem solving.

4. Menguasai Skill Dasar yang Diperlukan

UX UI designer yang masih pemula perlu menguasai beberapa skill dasar jika ingin memiliki karir cemerlang. Berikut ini beberapa skill atau keterampilan dasar yang wajib dimiliki.

  • Kemampuan Riset

Desainer yang baik harus mampu melakukan riset. Desainer UI lebih berfokus pada riset seputar rancangan visual serta konsep produk. Sementara desainer UX fokus pada riset pengguna.

  • Analisis

Data dan informasi yang telah diperoleh selanjutnya perlu diolah serta dianalisis. Oleh sebab itu, desainer UX UI wajib memiliki skill analisis untuk menyimpulkan hasil risetnya.

  • Creative Thinking

Membuat desain adalah wilayah kreativitas karena memerlukan imajinasi untuk menghasilkan rancangan indah sekaligus mempermudah. Jadi skill satu ini wajib dimiliki.

  • Problem Solving

Kunci utama kesuksesan sebuah produk ialah apabila kehadirannya mampu memberikan manfaat dan kemudahan bagi pengguna. Untuk itu, desainer UX UI harus mempunyai keterampilan problem solving berdasarkan hasil riset serta kesimpulan analisis.

 Baca Juga: Mengenal Proses Branding yang Dilakukan oleh Branding Agency

Kami hadir untuk mendukung bisnis Anda dengan membantu membangun brand serta visual experience. Layanan kami adalah paket lengkap untuk mengembangkan bisnis Anda khususnya yang tidak mahir di bidang UX UI designer. Ingin memasarkan produk Anda secara digital? Hubungi Dreambox! Kami siap membantu. Klik di sini

Konsultasikan Bisnis Anda!

Kami akan membantu anda menemukan strategi yang sesuai dengan kondisi bisnis anda.

Consult your business with us!

We will help you to identify your best fit strategy to improve your business.

Artikel Lainnya

Satu Langkah Lagi Menuju Kehebatan

Jadwalkan konsultasi gratis selama 30 menit dengan para ahli kami.