26 August 2020

Siapa saja yang bertanggung jawab atas terciptanya branding perusahaan? Berikut adalah profesi-profesi yang harus ada dalam tim branding.

Banyak ahli di bidang marketing menyebutkan salah satu penentu kesuksesan sebuah bisnis adalah branding. Brand sendiri bukan sebatas nama (merek) produk atau jasa saja, melainkan asosiasi yang konsumen bayangkan saat mendengar atau melihat nama (merek) produk atau jasa, meliputi hal-hal seperti logo, tagline, kemasan, dan nilai serta identitas produk atau jasa.

Baca Juga: Pentingnya Tagline atau Slogan untuk Perusahaan

Umumnya, kegiatan branding dilakukan saat perusahaan berencana merilis produk atau jasa baru. Tahukah Anda? Di dalam sebuah tim branding ada beberapa jenis profesi yang terlibat. Apa saja jenis-jenis profesi tersebut? Di bawah ini penjelasannya.

 

Jenis-Jenis Profesi Dalam Tim Branding

Tim branding terdiri dari sekumpulan orang yang kompeten di bidang profesinya masing-masing. Jenis-jenis profesi yang harus ada di dalam tim branding antara lain:

1. Desainer Grafis

Seorang desainer grafis bertanggung jawab atas elemen visual pada kegiatan branding, seperti pembuatan logo, brosur, billboard atau desain tampilan awal website. Harus memiliki kemampuan seperti menggambar, membuat animasi  dan fotografi menggunakan software seperti Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, Adobe InDesign CorelDraw dan Inkscape untuk menghasilkan grafis yang persuasif dan memorable atas sebuah produk atau jasa. Selain itu juga mampu menggambarkan identitas perusahaan.

2. Programmer

Seorang programmer bertugas menganalisa, menyusun dan menguji kode untuk membuat program di perangkat lunak yang digunakan untuk kegiatan branding, seperti website atau aplikasi. Skill yang dibutuhkan seorang programmer pada tim branding tentunya terkait teknologi informasi seperti algoritma, struktur data, matematika, system database, dan jaringan komputer serta bahasa inggris. Namun, lebih berfokus pada UI (User Interface) dan UX (User Experience) saja.

3. Copywriter

Seorang copywriter bertugas menciptakan kata-kata untuk menyampaikan pesan yang diminta pengusaha terkait produk atau jasa yang ditawarkan, menggunakan gaya bahasa yang tepat sehingga efektif dimengerti target pasar. Kata-kata tersebut biasanya dibutuhkan untuk pembuatan tagline atau profil perusahaan serta visi dan misinya.

Dibutuhkan seorang copywriter yang memiliki daya kreativitas yang tinggi untuk menghasilkan tagline yang menarik. Selain itu juga harus sangat teliti untuk menghindari terjadinya typo (salah penulisan) dan multi tafsir. Beberapa contoh tagline yang populer adalah Berapa lapis? Ratusan (Tango), Life is Good (LG) dan I’m Lovin’ It (McDonalds).

4. Strategist

Seorang strategist wajib ada di setiap kegiatan branding karena tugasnya adalah melakukan riset di setiap kegiatan branding. Segala data yang dibutuhkan untuk kegiatan branding akan diolah dan dianalisis oleh seorang strategist.  Oleh karena itu, seorang strategist sering disebut sebagai otak tim branding.

Kemampuan utama yang wajib dimiliki seorang strategist antara lain kemampuan berkomunikasi yang baik, critical thinking, punya koneksi yang luas dan kemampuan multitasking. Adapun riset yang dilakukan contohnya bertujuan untuk menentukan target pasar atau media promosi yang paling efektif.

Jenis-jenis profesi di atas bertanggung jawab pada seorang brand manager, yang berwenang mengawasi, menganalisis dan mengevaluasi segala kegiatan branding. Selain itu, ia juga bertugas mengembangkan strategi branding. Seluruh profesi tersebut saling bekerja sama agar proses branding berjalan lancar dan efektif meningkatkan keuntungan perusahaan.

Itulah jenis-jenis profesi yang harus ada dalam tim branding. Sebagai tambahan informasi, branding tak hanya terkait produk atau jasa saja. Masih ada banyak jenis branding lainnya, seperti cultural branding, destination branding, dan personal branding. Sekian dan semoga informasi ini bermanfaat khususnya bagi Anda yang berminat memiliki profesi di bidang branding.

Baca Juga: Peranan CEO dalam Branding Perusahaan

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.