Apa Itu Navigasi Website, Jenis, dan Cara Membuatnya

DATE
READING DURATION
5 Mins
SHARE
Navigasi Website

Optimalkan Pengalaman Pengunjung melalui Navigasi Website yang Efisien

Navigasi website atau website navigation yang baik merupakan fitur penting bagi sebuah situs web. Bahkan menurut sebuah studi, sebanyak 38% konsumen memperhatikan tautan navigasi dan tata letak halaman ketika pertama kali mengunjungi suatu website.

Dengan navigasi yang baik, maka pengunjung bisa mencari dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dengan mudah dan cepat. Artinya, ini bisa meningkatkan pengalaman pengunjung atau UX (User Experience) secara signifikan.

Definisi Navigasi Website dan Manfaatnya

Navigasi web mengacu pada bagian dari tampilan suatu website yang berfungsi membantu pengunjung agar bisa mengakses halaman lainnya. Melalui navigasi, pengunjung bisa masuk ke halaman tertentu secara lebih cepat.

Biasanya, navigasi ini ditemukan dalam bentuk menu berisi tautan menuju halaman lain sesuai nama yang tercantum. Sehingga, pengunjung bisa mengetahui link mana yang harus mereka klik agar bisa mengunjungi halaman yang diinginkan.

Sebagai contoh ketika mengunjungi website Dreambox, Anda akan melihat beberapa baris menu pada bagian atas halaman utama. Di antaranya meliputi menu Tentang Kami, Layanan, Portofolio, Blog, dan Kontak.

Jika ingin melihat informasi layanan yang disediakan, maka cukup klik opsi menu Layanan untuk mengunjungi halaman terkait. Contoh lain jika ingin menghubungi pihak Dreambox, maka klik opsi menu Kontak untuk melihat detail nomor telepon dan email terkait.

Adapun manfaat navigasi website yang baik bagi suatu situs web ada beberapa. Berikut adalah poin-poin dan penjelasannya:

Menurunkan Bounce Rate

Sekitar 61 persen pengunjung meninggalkan sebuah situs web dengan alasan kesulitan dalam menemukan informasi yang diinginkan. Oleh karena itu, navigasi yang baik sangat penting.

Letak dan label menu harus jelas, agar pengunjung tidak bingung. Dengan navigasi web yang efektif, pengunjung dapat dengan mudah menemukan halaman yang mereka cari, sehingga bisa mengurangi angka bounce rate.

Meningkatkan Konversi

Menu yang terstruktur dengan baik pada website bisnis dapat mendorong pengunjung untuk berbelanja produk atau layanan tertentu. Jadi, visibilitas dan desain menu yang baik sangat penting untuk meningkatkan peluang transaksi.

Membantu Upaya SEO

Menu website yang lebih terorganisir akan membantu optimasi mesin pencari (SEO). Hal ini karena susunan menu yang jelas membantu bot crawler dari mesin pencari seperti Google untuk memahami isi dan struktur situs tersebut.

Mendapatkan Sitelink

Terakhir, sistem navigasi web yang baik dapat menghasilkan sitelink dalam hasil pencarian Google. Sitelink adalah tautan halaman spesifik dalam situs yang muncul di bawah tautan utama. Ini bisa meningkatkan visibilitas dan jumlah klik oleh pengguna.

Jenis-Jenis Struktur Navigasi Website

Sistem navigasi pada suatu website memiliki beberapa jenis struktur yang akan mempengaruhi bagaimana pengunjung berinteraksi dengan konten. Berikut ini berbagai tipe navigasi web beserta penjelasannya:

1. Struktur Navigasi Global

Menu pada tipe struktur navigasi  ini tetap konsisten di semua halaman, baik dalam letak maupun tautan. Ini dapat memudahkan pengunjung mengakses tautan penting dari mana saja di situs.

Banyak sekali website yang menggunakan struktur ini karena lebih sederhana, mudah dipahami, serta mudah dinavigasi oleh pengguna. Contohnya seperti menu header di website Dreambox ini.

2. Struktur Navigasi Hierarki

Struktur ini menyesuaikan tautan menu dengan konteks halaman. Artinya, struktur navigasi di kategori menu utama dengan sub kategori tertentu akan berbeda.

Misalnya, website berita seperti The New York Times dan sejenisnya kebanyakan menggunakan kategori berita di halaman utama dengan tautan yang berubah saat pengunjung masuk ke sub kategori tertentu seperti bisnis, teknologi, atau ekonomi.

3. Struktur Navigasi Lokal

Jenis struktur navigasi website ini umumnya ditemukan dalam situs web berita, majalah, atau blog, di mana tautan internal di dalam konten akan mengarahkan pembaca ke artikel terkait.

Sebagai contoh, Dreambox juga menerapkan struktur ini dalam beberapa postingan blog dengan cara mencantumkan tautan tertentu di artikel yang menghubungkan topik terkait.

4. Struktur Navigasi Linear

Website dengan struktur ini berfungsi seperti buku, mengharuskan pengunjung membaca secara berurutan. Artinya, setiap halaman hanya memiliki satu tautan yang mengarahkan ke halaman berikutnya dengan konten terkait.

Oleh karena itu, sangat jarang ditemukan website yang menggunakan contoh struktur navigasi linear. Salah satu contoh web yang serupa dengan struktur ini adalah website PUEBI daring dari Permendikbud, sebab cara navigasinya seperti membaca buku.

Tips dan Cara Merancang Navigasi Web yang Baik

Untuk membuat struktur dan tampilan navigasi yang baik dari segi desain UI maupun UX, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Sebagai panduan, berikut ini beberapa tips dan cara untuk merancang navigasi website:

1. Buat Warna Link yang Kontras

Pastikan warna tautan atau link berbeda dengan warna teks biasa dalam suatu halaman. Adanya warna yang kontras akan membantu pengunjung membedakan antara teks biasa dan tautan.

Contoh warna standar yang biasa digunakan yaitu biru untuk tautan dan hitam untuk teks biasa. Anda juga bisa mempertimbangkan gaya visual tertentu, seperti memberi garis bawah (underline) atau menebalkan tulisan (bold) pada teks berisi tautan.

2. Beri Link pada Menu Navigasi Secukupnya

Jumlah tautan di navigasi menu harus seimbang agar pengunjung tidak bingung. Jika memiliki banyak pilihan tautan, gunakan kategori singkat yang berisi link terkait dan gunakan menu drop-down untuk menampilkannya.

Contoh implementasi ini bisa dilihat pada website Dreambox. Yaitu pada menu “Layanan” yang jika diklik akan menampilkan kategori menu drop-down di dalamnya yaitu Branding Strategy, 3600 Digital Marketing, SEO, dan Website Development.

3. Tempatkan di Lokasi yang Strategis

Meskipun kreativitas dalam desain penting, menu navigasi situs web sebaiknya harus ditempatkan di area yang umum dikenali pengunjung, seperti header di bagian atas footer di bagian bawah, atau di sidebar.

Memasukkan menu tertentu di lokasi yang tidak biasa dapat membingungkan pengunjung dan membuat mereka kesulitan menemukannya. Jadi, tempatkan menu navigasi Anda di tempat yang mudah dilihat pengunjung web.

4. Responsif untuk Perangkat Mobile

Selanjutnya, pastikan desainnya responsif untuk memberikan tampilan yang optimal di perangkat mobile maupun perangkat berlayar besar seperti komputer. Sebab hal ini akan mempengaruhi UX (User Experience).

Jadi, pastikan bahwa menu navigasi di web Anda tetap terlihat dengan jelas dan mudah diakses di layar kecil. Gunakan tema yang mendukung tampilan mobile atau pertimbangkan untuk membuat desain khusus bagi perangkat mobile.

5. Manfaatkan Breadcrumbs

Breadcrumbs dalam konteks desain web adalah elemen navigasi yang menunjukkan jalur hierarki dari halaman utama menuju halaman yang sedang dilihat oleh pengunjung. Contoh: Beranda > Kategori > Sub kategori > Halaman saat ini.

Elemen ini biasanya ditampilkan di bagian atas halaman, tepat di bawah judul atau header, dalam bentuk tautan teks yang terstruktur. Jika situs Anda memiliki struktur yang kompleks, breadcrumbs akan membantu pengunjung memahami letaknya.

Merancang navigasi website yang baik adalah investasi yang berharga untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang positif. Untuk menerapkan langkah-langkah di atas dan menciptakan navigasi yang intuitif, Anda bisa menggunakan jasa website dari Dreambox!. Ketahui informasi lebih detail terkait layanan hanya di tautan ini

RELATED BLOG

Find Similar Blog

Contact Us

Blank Form (#3)
Contact Us fluent_forms