8 Alasan Branding Strategy Memberikan Keuntungan Jangka Panjang

Branding Strategi

Branding strategy adalah bagian penting dalam membuat bisnis.

Brand atau merek menjadi sesuatu yang penting bagi konsumen dan menjadi pertimbangan ketika hendak membeli. Sebagai contoh merek seperti Chanel, LV, Nike, dikenal sebagai brand mahal dengan harga produk selangit. Namun, mengapa orang-orang masih berebut membelinya? Sebab kekuatan merek dimilikinya.

Oleh sebab itu, merek menjadi hal penting dan bisa dikatakan sebagai ujung tombak bisnis Anda. Semakin bagus merek Anda di mata masyarakat, maka akan semakin tinggi kemungkinan dibeli.

Jadi, apabila Anda punya bisnis atau merek belum dikenal masyarakat, saatnya untuk mulai melakukan branding strategi. Mulai dari mana? Kami akan memberikan informasinya pada Anda.

Baca Juga: Pentingkah Brand Guideline Bagi Sebuah Perusahaan?

Apa Itu Branding Strategy?

Untuk mengembangkan branding strategy adalah hal penting dan perlu dimulai dengan mengetahui apa itu branding strategy terlebih dahulu. Singkatnya, strategi branding adalah rencana disusun untuk menetapkan identitas merek di mata masyarakat.

Perencanaan bisa merupakan rencana jangka pendek maupun panjang dengan maksud untuk menemukan posisi unik bagi merek di benak audiens. Tujuan spesifiknya adalah untuk membangun merek sukses di masyarakat.

Bukan sekadar dikenal saja, tapi memiliki ekuitas dan kredibilitas tinggi sehingga mampu menempati posisi kompetitif di pasar. Biasanya dibuat dengan jangka waktu setahun atau beberapa tahun.

Baca Juga: Percayakan Branding Agency Jakarta Membangun Branding Bisnis Anda

Komponen Penting Branding Strategy

Untuk menyusun sebuah strategi kesadaran merek, pelaku bisnis harus memperhatikan komponen-komponen penting agar tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Adapun 8 komponen perlu diperhatikan dalam membangun branding strategy adalah:

  1. Audiens target, yaitu segmen pasar yang ingin Anda tuju untuk menawarkan produk, orang-orang berinteraksi langsung dengan merek, dan pembeli produk.
  2. Brand promise, yaitu janji kepercayaan dari merek kepada pelanggan, mencakup apa yang diharapkan oleh pelanggan dan penawaran dari merek itu sendiri. Ini merupakan hubungan emosional antara sebuah brand dengan konsumennya.
  3. Misi dan visi juga menjadi komponen yang tidak kalah penting dan harus ada. Karena keduanya merupakan sarana untuk mencapai tujuan dari strategi kesadaran merek.
  4. Arsitektur branding strategy adalah struktur portofolio merek, sub-merek, serta penawaran lainnya yang dikelola bisnis Anda. Seperti sebuah pohon keluarga yang menampilkan keseluruhan secara jelas dan terperinci agar mudah dimengerti.
  5. Pemosisian brand, yaitu sebuah ruang unik dalam otak pelanggan di mana merek berada. Penentuan posisi ini akan mengaitkan hubungan emosi, sifat, perasaan, dan keterkaitan erat brand dengan konsumennya.
  6. Pesan merek, yaitu pesan berupa kata-kata yang dikomunikasikan kepada audiens melalui penawaran. Pesan ini merupakan komponen penting yang dikomunikasikan baik verbal maupun nonverbal ke konsumen.
  7. Komponen branding strategy adalah hal penting termasuk di dalamnya asosiasi brand. Yakni sebuah gambar, simbol, atau logo yang akan dikaitkan dengan brand atau manfaatnya.
  8. Kesadaran kompetitif yang mengacu kepada pengetahuan Anda terhadap strategi dari pesaing sehingga mampu menciptakan penawaran lebih baik dibandingkan mereka.

Alasan Branding Strategy Menguntungkan Anda

Salah satu hal yang menjadikan Anda perlu melakukan branding strategy adalah banyaknya perusahaan menawarkan produk serupa. Misalnya saja sepatu, banyak sekali perusahaan menawarkannya dengan kualitas, model, dan warna serupa.

Oleh sebab itu, dibutuhkan hubungan dengan pelanggan agar bisa menjual produk dan menghasilkan keuntungan. Sebab 64% pembeli biasanya membeli karena merasa memiliki hubungan erat dengan merek.

Selain alasan tersebut, ada 8 alasan lain yang membuat strategi kesadaran merek penting dan menguntungkan dilakukan, yaitu:

  1. Sebagai pembeda dengan pesaing dan menjadi daya jual yang unggul.
  2. Memuat identitas dan penawaran dari perusahaan.
  3. Menempatkan merek pada posisi yang diinginkan dengan cara sesuai, juga menciptakan persepsi menguntungkan sehingga mampu meningkatkan penjualan.
  4. Branding strategy adalah cara berkomunikasi lebih efektif dengan konsumen, sehingga dapat mendefinisikan pesan merek yang unik dan diingat dalam benak konsumen.
  5. Sebagai langkah pengembangan strategi pemasaran lebih jauh, sebab perusahaan tanpa merek akan sulit dalam memasarkan produknya.
  6. Mengembangkan citra perusahaan yang baik dan menguntungkan di mata konsumen.
  7. Membantu mengembangkan ekuitas atau nilai brand sehingga dapat memiliki nilai di atas produk biasa sehingga dapat meningkatkan nilai jualnya juga.
  8. Mengembangkan hubungan kuat dan baik dengan pelanggan, karyawan, pemasok, maupun distributor sehingga menjadikan motivasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membangun dan Meningkatkan Branding Awareness?

Cara Membuat Branding Strategy Lebih Efektif

Bukan menjadi hal aneh lagi apabila branding strategy adalah sesuatu yang sangat penting bagi perusahaan. Sebab menurut Laporan Status Branding 2019, 66% perusahaan lebih banyak berinvestasi pada pengembangan brand strategy.

Untuk mengembangkan sebuah merek tidak bisa dilakukan dalam hitungan hari maupun bulan, tapi dikembangkan selama bertahun-tahun. Apabila Anda baru memulai, berikut yang bisa dilakukan:

1. Tentukan Dahulu Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan branding akan menjadi hal penting ketika Anda hendak menerapkan strategi. Oleh sebab itu, keduanya harus dibuat terlebih dahulu sebagai dasar dalam pembuatan strategi.

2. Riset Pasar dan Pesaing

Lanjutkan dengan melakukan riset pasar mengenai siapa saja yang akan menggunakan produk Anda, apa harapan konsumen terhadap produk, dan siapa saja pesaing. Jadi, bukan hanya mempersiapkan produk dengan baik, tapi juga tahu tentang pesaing.

Sangat penting untuk mengetahui siapa saja pesaing dan keunggulannya. Bukan untuk menjatuhkan, tapi agar bisa mencari cara bagaimana bisa unggul dari pesaing tersebut dengan persaingan yang jujur.

3. Introspeksi

Langkah menerapkan branding strategy adalah dengan mengintrospeksi perusahaan. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Sebab untuk melihat apakah visi, misi, dan nilai perusahaan sudah selaras dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan.

4. Temukan Apa Saja yang Menjadi Hambatan

Selanjutnya menemukan berbagai hambatan apa saja yang akan mempengaruhi merek, baik dari faktor internal maupun eksternal. Meminimalkan kendala tersebut agar tidak membuat pelaksanaan strategi terhambat.

5. Temukan Strategi Positioning yang Tepat

Salah satu hal penting dan menjadi akar dalam pelaksanaan strategi branding adalah membuat rencana posisi merek pada pasar. Anda perlu menemukan posisi tepat sehingga menemukan ruang sempurna di dalam otak konsumen.

6. Promosi

Sudah tentu promosi harus dilakukan, karena promosi lah yang akan membuat sebuah merek dapat dikenal dan diingat oleh pelanggan. Cara melakukan promosi akan sangat menentukan bagaimana pandangan pelanggan terhadap produk Anda.

7. Gunakan Logo yang Sesuai

Penggunaan logo adalah wajib agar konsumen mudah mengingat brand Anda. Pemilihan logo harus sesuai dengan image produk dan ditempatkan pada setiap material marketing yang disiapkan. Misalnya, pada kemasan, foto profil, dan lainnya.

8. Pesan Brand Harus Ada

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam branding strategy adalah membuat pesan atau tagline. Buatlah yang singkat, tapi mudah diingat dan sesuai produk. Tagline bisa menggunakan bahasa Indonesia, Inggris atau daerah, tapi harus mudah diucapkan.

9. Pengintegrasian

Agar dapat tersampaikan secara efektif, penting untuk mengintegrasikan brand pada semua kegiatan bisnis yang dijalankan. Sebagai contoh meletakkan logo di semua kemasan produk, dalam iklan, juga semua akun media sosial.

10. Ciptakan Pesan Sesuai Brand

Dalam branding, gaya komunikasi juga penting agar merek diingat dengan selayaknya. Misalnya, Anda menjual produk pria, maka gunakan gaya maskulin. Sebab sasaran pasar adalah kaum pria, tidak bisa menggunakan gaya feminin.

11. Lakukan Soft Campaign

Soft campaign merupakan langkah promosi yang tidak langsung menjual, tapi cukup efektif dalam menjual. Jadi, Anda melakukan promosi dengan memberikan informasi mengenai merek tanpa memberikan perintah untuk membeli.

Langkah seperti ini akan membuat audiens mengenal brand tanpa merasa terbebani keharusan untuk membeli. Buat audiens ingat dulu pada produk Anda baru lakukan langkah promosi untuk menjual.

12. Konsisten

Terakhir, Anda harus konsisten karena branding bukan kegiatan singkat, tapi perlu dilakukan dalam waktu lama. Selain itu, dibutuhkan tim solid untuk menjalankannya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Jasa Digital Marketing Terpercaya?

Semua bisnis membutuhkan branding agar dikenal luas dan pelaksanaannya harus dilakukan dengan perencanaan matang, terukur, juga terarah. Peran branding strategy adalah untuk memastikan bahwa kegiatan pengenalan merek ke masyarakat dapat berjalan dengan baik. Ingin memasarkan produk Anda secara digital? Hubungi Dreambox! Kami siap membantu. Klik di sini!

Konsultasikan Bisnis Anda!

Kami akan membantu anda menemukan strategi yang sesuai dengan kondisi bisnis anda.

Consult your business with us!

We will help you to identify your best fit strategy to improve your business.

Artikel Lainnya

Satu Langkah Lagi Menuju Kehebatan

Jadwalkan konsultasi gratis selama 30 menit dengan para ahli kami.