15 May 2020

Dalam suatu proses bisnis, pasti ada langkah membagi segmen pasar agar mempermudah perumusan langkah yang akan diambil selanjutnya.

Hal yang harus dilakukan untuk bisa membagi segmentasi pasar tersebut tidak mudah, ada beberapa tahap dan tidak bisa dilakukan secara instan.

Baca Juga: Cara Branding Produk Di Sosial Media

Sebelum beranjak ke pembahasan mengenai metode pembagian segmentasi pasar, terlebih dahulu Anda harus mengetahui pengertian, tujuan, dan jenis-jenisnya. Simak uraian berikut ini untuk informasi selengkapnya.

Tentang Segmentasi Pasar

Pasar diartikan sebagai sekelompok orang yang ditargetkan oleh perusahaan menjadi pelanggan atau pengguna produk mereka. Lebih dari itu, pasar memiliki arti yang cukup luas dan bersifat heterogen.

Nah, proses segmentasi pasar adalah menghomogenkan “pasar” agar nantinya jelas kelompok mana yang akan ditargetkan perusahaan dan mana yang tidak.

Subjek dalam segmentasi pasar adalah orang-orang sekaligus pembeli maupun pengguna produk perusahaan. Setiap produk yang dirilis oleh perusahaan pasti memiliki segmentasi pasarnya sendiri-sendiri.

Tujuan dari segmentasi pasar adalah mengelompokkan konsumen yang akan disasar agar nantinya volume dari penjualan yang dilakukan perusahaan bisa lebih diproyeksikan. Berikut ini berbagai hal yang perlu Anda ketahui sebelum membagi segmentasi pasar :

  1. Kriteria segmentasi pasar yang diharapkan adalah yang terukur, substansial, dapat diakses, dapat dibedakan, dan dapat ditindak lanjuti.
  2. Manfaat dari segmentasi pasar adalah membedakan pasar, melakukan pelayanan pada pasar dengan lebih baik, menemukan peluang baru yang sekiranya potensial, mampu merumuskan metode komunikasi pada pasar dengan lebih tertarget, dan lain sebagainya.
  3. Jenis-jenis segmentasi pasar adalah sebagai berikut : segmentasi geografi, demografi, psikografi, kultur sosial, segmentasi berdasarkan tingkat pendapatan, segmentasi berdasarkan situasi penggunaan, segmentasi berdasarkan tingkah laku, hingga segmentasi hybrid.

Pembagian Segmentasi Pasar

Setelah mengetahui berbagai hal tersebut, berikut ini tahap pembagian segmentasi pasar yang perlu dilakukan perusahaan :

  1. Tahap survey pasar

Survey menjadi tahap yang paling pertama harus dilakukan oleh perusahaan yang ingin melakukan pembagian segmentasi pasar. Langkah yang pertama ini bisa dilakukan dengan wawancara pada populasi yang diambil sebagai sampel.

Selain itu, metode yang dilakukan bisa dengan cara memberikan kuisioner kepada pasar. Dari kedua metode tersebut, perusahaan harus merumuskan berbagai pertanyaan dan kelompok jawaban yang diinginkan dari pasar terkait produk baru agar bisa menentukan segmentasi pasar.

  1. Tahap analisis hasil survey

Setelah mendapatkan data dari proses analisis, perusahaan bisa mengorelasikan variabel-variabel yang banyak dipilih oleh pasar. Dengan demikian, perusahaan bisa menerapkan analisis clustering terhadap hasil survey. Dari proses tersebut, akan diperoleh kelompok-kelompok yang nantinya bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam proses produksi.

  1. Tahap profiling atau pengenalan

Terkait clusters yang merupakan hasil proses analisis, perusahaan akan bisa melakukan proses identifikasi berdasarkan jenis-jenis segmentasi pasar yang telah kami sebutkan sebelumnya (berdasarkan aspek demografi, psikografi, dan masih banyak lainnya).

Dari ketiga tahap tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa langkah terbaik menentukan pembagian segmentasi pasar adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan market border atau batas pasar yang akan disurvey. Misalnya, dibatasi dengan parameter produk minuman bersoda.
  2. Menentukan variabel segmentasi yang akan digunakan untuk menyurvei. Contohnya, seberapa manis minuman yang disukai, apa bahan pelengkap yang sebaiknya ditambahkan, dan lainnya.
  3. Melakukan analisis data segmentasi pasar.
  4. Melakukan profiling mengenai hasil yang telah didapat dari proses sebelumnya.
  5. Menindaklanjuti segmentasi pasar yang telah diprofilkan.
  6. Memproyeksikan rencana pemasaran yang bonafit.

Dengan berbagai langkah pembagian segmentasi pasar yang terstruktur, perusahaan pun akhirnya bisa merencanakan teknik marketing yang tepat dan efisien. Hasilnya, produk yang dirilis pun sesuai dengan permintaan pasar dan mampu meminimalisir kesalahan proyeksi.

Baca Juga: Contoh Rencana Strategis Perusahaan Untuk Meningkatkan Branding

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi website Dreambox Branding Agency di sini.