14 October 2020

Daya beli masyarakat melemah, pelaku UMKM harus bisa Branding untuk bertahan.

Kondisi pandemi seperti sekarang memang menjadi kabar buruk bagi pelaku usaha, karena daya beli masyarakat pun menurun. Efek dari kondisi ini akan berkali-kali lipat dirasakan oleh pelaku UMKM.

Namun memutuskan untuk vakum atau malah tutup lapak sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan juga bukan keputusan tepat. Sebab dapur harus tetap mengepul dan berbagai kebutuhan di tengah pandemi justru meningkat.

Solusi untuk UMKM ini adalah dengan melakukan branding UMKM, yakni meningkatkan kesadaran merek di tengah masyarakat. Apabila masih gamang untuk melakukan branding karena kurang yakin tindakan ini berdampak baik bagi penjualan selama pandemi. Maka bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Peran UMKM di Indonesia yang perlu anda ketahui

Pentingnya Branding UMKM di Tengah pandemi

Branding menjadi salah satu fokus utama yang dikejar oleh para pelaku usaha. Namun, kebanyakan UMKM mulai berjualan tanpa punya brand atau merek. Padahal adanya merek membuat pemasaran menjadi lebih mudah dalam memasarkan produk. Berikut pentingnya branding untuk UMKM yang perlu Anda tahu,

1. Mudah diingat masyarakat

Melakukan branding terhadap produk yang diusung UMKM akan membantu memasarkan produk atau jasa yang disediakan. Sebab dengan branding inilah maka nama produk maupun nama perusahaan mudah diingat oleh masyarakat. Apalagi jika mampu membuktikan kualitas, maka dipastikan tidak sulit menarik minat lebih banyak orang untuk membeli.

  1. Menjadi pilihan utama masyarakat

Strategi branding UMKM yang tepat menjadi solusi agar omset penjualan selama pandemi tidak terjun bebas. Sebab kualitasnya sudah diakui dan akan menjadi pilihan utama masyarakat.

Praktis selama pandemi tidak perlu melakukan pemasaran apapun, karena konsumen akan datang dengan sendirinya karena sudah percaya produk dan jasa UMKM Anda adalah yang terbaik.

  1. Menstabilkan dan meningkatkan penjualan

Kepercayaan publik yang sudah berhasil didapatkan akan menstabilkan atau bahkan meningkatkan angka penjualan. Kondisi pandemi pun bisa dilalui dengan lebih mudah tanpa cemas omset menurun tajam. Sebab masyarakat sudah yakin produk dan jasa Anda bagus. Anda pun tidak perlu khawatir usaha akan gulung tikar di tengah terpaan pandemi.

  1. Membantu menghemat biaya usaha

Kondisi pandemi memberikan situasi yang tidak bisa diprediksi, sebab situasi yang baik bisa berubah sebaliknya dalam tempo singkat. Maka pelaku UMKM dijamin enggan melakukan pemasaran atau promosi apapun karena justru mengeluarkan biaya tinggi. Padahal belum bisa dipastikan apakah kegiatan promosi ini mendatangkan profit.

Namun dengan menerapkan strategi branding UMKM yang tepat di tengah pandemi. Maka akan lebih mudah mendapat simpati dan minat publik, sehingga kedepannya tidak harus melakukan pemasaran lagi. Sebab sudah sukses menanamkan sugesti kepada masyarakat bahwa brand Anda adalah yang terbaik dan wajib dipilih.

  1. Punya banyak konsumen loyal

Punya konsumen yang loyal merupakan aset berharga di tengah masa sulit seperti sekarang. Sebab tanpa perlu melakukan promosi seperti banting harga dan cuci gudang, transaksi penjualan cenderung stabil. Pelanggan atau konsumen setia lebih mudah didapatkan dengan melakukan branding.

 Baca Juga: UMKM berpotensi menopang ekonomi pada saat pandemi

Sehingga produk atau jasa yang disediakan dipastikan tetap laku karena dianggap sebagai pilihan terbaik. Bertahan di tengah pandemi dengan banyaknya konsumen setia tentu tidak lagi terasa berat.

Proses branding ini memang biasanya tidak bisa memberi hasil instan, namun menunda kegiatan branding akan menyulitkan UMKM Anda bertahan. Jadi segera saja memulai kegiatan branding UMKM agar masa pandemi bisa dilalui dengan lebih mudah.

Kunjungi Blog kami jika Anda tertarik mengenai branding UMKM.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai dunia branding, kunjungi website Dreambox Branding Agency di sini.