Perbedaan Jenis SEO: White Hat SEO, Black Hat dan Grey Hat

DATE
READING DURATION
5 Mins
SHARE
white-hat-seo-dreambox

White Hat SEO: Opsi Cerdas Investasi Website Jangka Panjang

Istilah white hat SEO, lalu black hat serta grey hat SEO menjadi awam bagi para praktisi SEO. Berbagai istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan konsep optimasi SEO yang selama ini muncul, diterapkan, dan berkembang dalam penerapannya sebagai cara mendatangkan traffic pada website.

Terlihat dari namanya, masing-masing warna hat SEO tersebut bisa menjadi gambaran bagaimana konsep optimasi SEO di dalamnya. Untuk lebih mengenal white hat, black hat, serta grey hat SEO, mari simak lebih lengkap berikut ini!

White Hat SEO, Black Hat dan Grey Hat 

Praktik optimasi SEO dalam mendatangkan traffic dan membuat website ranking mengalami berbagai perkembangan, sehingga memunculkan kategori white, black, hingga grey hat SEO. Mari simak masing-masing artinya di bawah ini:

1. White Hat

Berdasarkan namanya, kategori teknik optimasi SEO yang satu ini menjadi tipe yang sesuai dengan aturan dari mesin pencari. SEO white hat akan memberikan Anda hasil optimasi SEO terbaik dan efektif, sebab mengikuti Terms of Service yang berlaku.

Kini, evaluasi peringkat website dinilai oleh Google dengan salah satu parameternya yaitu, sebaik apa konten website dapat membantu user. Singkatnya, ketika konten website sesuai dengan konsep E-E-A-T, maka ranking pada hasil pencarian mesin pencari akan semakin baik.

Teknik white hat dinilai paling aman oleh para ahli SEO sebab tidak melanggar aturan dan mengikuti guidelines yang ada. 

2. Black Hat

Berbanding terbalik dengan white hat, teknik black hat SEO mencapai optimasi dengan cara yang melanggar aturan, lebih tepatnya curang dan ilegal.

Contoh paling umum dari teknik black hat adalah keyword stuffing, yang mana memberikan hasil optimasi cepat namun akan membuat website terkena banned dari mesin pencari.

Meskipun memiliki tujuan yang sejalan dengan white hat SEO, teknik ini mengelabui mesin pencari. Jadi, tidak dianjurkan terutama bila Anda menginginkan stabilitas jangka panjang pada website.

3. Grey Hat

Adapun grey hat SEO jadi teknik yang mengkombinasikan white hat dan black hat SEO. Teknik ini mendorong batasan yang berlaku dalam praktik optimasi SEO yang etis, namun tidak sepenuhnya seperti black hat SEO.

Risiko dari grey hat SEO lebih tinggi, namun hasil yang bisa didapatkan pun potensial. Pada awalnya, teknik ini mungkin masih aman sebab penilaiannya dilakukan oleh robot sehingga tidak langsung dikategorikan sebagai praktik yang negatif.

Namun, tetap saja risiko website Anda diblokir sedang menunggu di depan. Jadi, teknik ini tidak bisa disebut solusi efektif untuk menjadikan website ranking di mesin pencari.

Perbedaan White Hat SEO, Black Hat dan Grey Hat 

Untuk memahami perbedaannya lebih jelas, berikut masing-masing penjabarannya:

1. White Hat SEO: Aturan Berkelanjutan

Pada teknik white hat, optimasi SEO selalu didasarkan pada panduan dari mesin pencari. Mulai dari konten yang berkualitas, aturan teknis seperti struktur URL hingga kecepatan website, serta backlinks, jadi contoh panduan SEO etis yang bisa Anda ikuti.

Meskipun akan membutuhkan waktu lebih lama, namun SEO yang etis memberi Anda kesuksesan yang berkelanjutan. Sebab, selalu menyesuaikan dan memperbarui berdasarkan panduan yang berlaku, sehingga terhindar dari penalti yang bisa menghancurkan ranking website. 

2. Black Hat SEO: Taktik Tinggi Resiko

Untuk black hat SEO, optimasi dilakukan berdasarkan teknik yang tidak etis sebab memanipulasi ranking. Teknik ini tidak peduli terhadap nilai-nilai yang terdapat pada etika SEO. Contohnya mulai dari penumpukan keyword, teks tersembunyi, hingga melakukan hack ke website lain.

Memang, Anda yang menerapkan black hat SEO akan mendapatkan hasil yang lebih cepat dibandingkan SEO white hat, namun risiko terkena penalti, ranking menurun, hingga reputasi website hancur pun juga lebih tinggi.

3. Gray Hat SEO: Batasan Etis yang Tipis

Apabila dapat mengkombinasikan keduanya, mengapa harus memilih satu saja? Kira-kira begitu ekspresi yang tepat ketika optimasi SEO dengan gray hat. Risiko dari teknik ini sama tingginya dengan black hat SEO.

Tidak hanya keyword stuffing hingga hidden text saja, pada gray hat SEO terdapat pula teknik ilegal lain seperti duplicate content hingga cloaking. 

Penerapan teknik tersebut akan membuat website Anda terkena deindex, jadi dampak buruknya tidak sebanding dengan reward jangka pendek yang Anda dapatkan.

Kategori SEO White Hat, Black Hat dan Grey Hat 

Untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan pada masing-masing teknik optimasi, Anda bisa menyimaknya di bawah ini:

Ciri Khas Optimasi White Hat SEO

Memfokuskan pada konten berkualitas tinggi, SEO teknis, otoritas dan kepercayaan, hingga guidelines mesin pencari, berikut contoh dari kegiatan pada teknik white hat:

1. Optimasi Keyword

Website bisa dioptimasi melalui kata kunci, atau keyword, yang standar kepadatannya tidak boleh melewati 3,5% ataupun 5%. Misalnya, kepadatan keyword pada artikel 500 kata maksimal 5 keyword, dengan meletakkan di awal, tengah, hingga akhir artikel, tidak menumpuk di satu paragraf saja. Pelajari bagaimana cara SEO keyword research yang baik sehingga website Anda berada di halaman pertama Google.  

2. Meta Tag

Untuk mendukung robot spider membaca seluruh markup dengan instan, Anda perlu memasang meta tag. Judul utama sebuah artikel bisa Anda letakkan di bawah head agar jelas. Sesuaikan dengan meta title, keyword dan description yang disukai Google  sehingga website Anda menjadi lebih optimal.

Elemen lainnya, mulai dari meta keyword, meta description, alt tag, lalu tag title, tautan keyword, hingga H1 sampai H6 perlu diterapkan dengan tepat ketika melakukan pembuatan halaman pada website. 

3. Backlink

Temukan backlink berkualitas agar dapat menerapkan link yang dofollow serta relevan sesuai topik konten, serta bisa mengurutkan komposisi dari backlink dari DA PA yang teratas.

Ciri Khas Strategi Black Hat SEO

Adapun berbagai kegiatan pada praktik SEO black hat yang perlu Anda hindari contohnya sebagai berikut:

  1. Keyword Stuffing, yaitu mengulang keyword berlebihan pada konten agar bisa mendapat ranking tinggi, yang mana tidak wajar dan spamming untuk pengguna maupun mesin pencari.
  2. Hidden Text, yaitu membuat jaringan situs agar dapat menghubungkan satu sama lain, yang dianggap manipulatif dan tidak bermanfaat.
  3. Hacking, yaitu meretas website lain secara tidak sah agar bisa menambahkan link atau konten demi optimasi SEO, yang tentu tidak etis dan ilegal.

Ciri Khas Strategi Grey Hat SEO

Kombinasi dari SEO black hat dan white hat ini umumnya optimasi website dengan melakukan beberapa kegiatan di bawah ini:

  1. Doorway, atau cloaked pages, yaitu fitur yang dibangun dengan fungsi memanipulasi halaman website, lebih tepatnya sebuah halaman hanya dibuat untuk diisi dengan link kata kunci saja.
  2. Skema Tautan, yang bertujuan memanipulasi ranking melalui kegiatan seperti link berbayar, pertukaran link, hingga spam komentar, yang bisa berujung pada penalti.

Mana yang Terbaik? Tentukan Pilihan Anda!

Menimbang risiko dan reward yang didapatkan secara jangka panjang, tentu white hat SEO lebih layak Anda perjuangkan daripada black hat dan grey hat SEO yang lebih tinggi risikonya meskipun reward yang didapat lebih cepat. 

SEO white hat pun tentu lebih etis dan jadi pilihan cerdas bagi reputasi website bisnis Anda. Mengoptimasi website dengan teknik white hat pun kini lebih mudah sebab sudah ada Jasa SEO dari Dreambox

Baik itu technical SEO hingga on-page dan off-page SEO, ahli SEO dari Dreambox akan meningkatkan reputasi website dan membuatnya menarik bagi mesin pencari maupun pengguna. Jadi, hubungi Dreambox dan terapkan SEO white hat bersama kami. 

RELATED BLOG

Find Similar Blog

Contact Us

Blank Form (#3)
Contact Us fluent_forms