10 June 2020

Jika Anda disuruh memilih antara konsumen yang banyak tetapi fluktuatif permintaan barangnya atau konsumen yang memiliki loyalitas tetapi permintaan barangnya stabil, Anda akan memilih yang mana?

Dua hal tersebut sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan yang cukup signifikan. Mungkin sobat sekalian jika ada pilihan ketiga maka akan memilih yang ketiga yaitu mempunyai konsumen yang banyak dan loyal.

Baca Juga: Hubungan Brand Image Terhadap Loyalitas Merek

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk sebuah perusahaan bisa memiliki konsumen yang loyal. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya sehingga perusahaan perlu memiliki strategi yang jitu. Beberapa opini mengatakan bahwa loyalitas merupakan sebuah manifestasi dari kehidupan fundamental manusia untuk memiliki, mendukung, mendapatkan rasa aman, serta membangun keterikatan, dan menciptakan sebuah emosi tertentu terhadap sesuatu.

Begitu pula yang dialami oleh sebuah perusahaan, konsumen yang loyal selalu memiliki keterikatan emosi seperti layaknya pasangan. Kedua hal tersebut rasanya sulit untuk dipisahkan, tetapi ketika sudah tidak berhubungan maka mereka akan berpisah selamanya layaknya pasangan yang biasa di drama Korea.

Perusahaan diibaratkan selalu melakukan pendekatan yang bermacam-macam untuk mendapatkan perhatian dari konsumennya. Jika pendekatan tersebut berhasil maka keterikatan atau sebuah hubungan yang positif akan terjadi antara si perusahaan penyedia produk dan konsumennya. Biasanya konsumen yang loyal sudah tidak memikirkan biaya untuk membeli produk kesukaannya. Produk tersebut rasanya susah untuk dipisahkan dari konsumennya, karena pada dasarnya nilai dan manfaat produk tersebut sudah dirasakan oleh mereka.

Tidak menutup kemungkinan seorang konsumen memutuskan untuk berpisah dari produk langganannya dan berpindah ke lain hati karena satu dan dua hal. Oleh karena itu, tugas perusahaan di sini adalah selalu menjaga hubungan tersebut agar tidak putus di tengah jalan. Loyalitas tersebut harus selalu dijaga dan ditingkatkan dengan pendekatan melalui strategi branding.

Lalu bagaimana cara meningkatkan loyalitas pelanggan? Simak penjelasan berikut ini.

  • Kepuasan pelanggan

Buatlah konsumen Anda puas terhadap produk Anda. Setelah puas, lakukan timbal balik kepada konsumen Anda dengan memberikan fasilitas-fasilitas khusus. Konsumen akan merasa dituankan dengan berbagai macam fasilitas khusus tersebut. Fasilitas di sini merupakan sebuah kemudahan konsumen bisa mendapatkan layanan bantuan apapun. Daftarkan mereka menjadi member khusus Anda untuk membuatkan terikat, lalu berikan keuntungan yang menarik bagi konsumen apabila tertarik untuk menjadi member khusus tersebut dengan memberikan promo-promo menarik, kemudahan untuk berbelanja, dan lain sebagainya. Perasaan konsumen inilah yang perlu dituju dengan melakukan pendekatan tersebut untuk menciptakan dan meningkatkan loyalitas.

  • Konsumen diajak untuk terlibat dalam membangun brand

Setelah konsumen diajak untuk terikat setelah kepuasannya terbentuk, ajaklah konsumen Anda untuk berdiskusi. Diskusi di sini bisa dalam beberapa macam seperti mengundang mereka untuk mengisi kotak kritik dan saran, lalu mengisi sebuah kuesioner tentang pengembangan produk Anda. Partisipasi tersebut dapat meningkatkan loyalitas konsumen Anda, karena konsumen akan merasa dengan adanya partisipasi tersebut mereka akan memiliki rasa kepemilikan terhadap produk tersebut sama seperti rasa yang dimiliki si perusahaan terhadap produknya.

  • Brand image

Image atau citra merek kesayangan konsumen tercoreng, akan membuat konsumen yang loyal tersebut lari ke merek lainnya. Sebaliknya, jika citra merek kesayangan konsumen selalu positif, konsumen akan senang dan percaya bahwa mereka tidak melakukan kesalahan memilih merek dan produk Anda untuk dikonsumsi. Rasa kepercayaan inilah yang harus dijaga agar loyalitas konsumen terus meningkat.

Memiliki konsumen yang banyak dan loyal menjadi impian setiap perusahaan. Lakukanlah branding terhadap perusahaan dengan tepat maka konsumen akan berdatangan dengan sendirinya.

Baca Juga: Contoh Brand Awareness yang Berhasil Dilakukan oleh Brand Besar

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.