01 January 2020

Menurut makna dasarnya, brand atau merek telah mencakup nama, logo, slogan, kemasan, hingga simbol tertentu yang mewakilinya.

Tujuan pembuatan brand atau merek semata untuk membedakan produk yang satu dengan lainnya. Tapi, seiring waktu, fungsi dan tujuan pembuatan brand juga berevolusi. Tipe atau jenis yang menyertainya masih seputar aktivitas branding. Katakanlah seperti brand awareness, brand equity, brand association, hingga brand loyalty. Apa saja jenis branding? Simak pembahasan berikut.

Baca Juga: Apakah Branding Dapat Mempengaruhi Harga Produk?

Jenis-Jenis Brand berdasarkan Aktivitas Branding

1. Brand Awareness

Sebelum produk dikenal luas atau booming, produk akan melewati tahap awareness. Tahapan ini diambil dari perspektif konsumen, karena pada akhirnya konsumen yang memegang keputusan mutlak apakah mau beli atau tidak.

Calon konsumen yang berada pada tingkatan ini baru sebatas mengenal suatu produk. Bisa dari nama, slogan, aktivitas yang diadakan, iklan di televisi, hingga kabar selentingan dari kawan dekat yang menggunakan produk tersebut.

Sebelum kemunculan media sosial, blog, serta website, para pelaku usaha dalam meningkatkan brand awareness, masih menggunakan layanan iklan di televisi. Sering juga menggunakan iklan di radio dan spanduk di bahu jalan.

Biaya yang dikeluarkan untuk beriklan di televisi sangatlah besar. Untuk satu tayangan di jam malam saja bisa mencapai 50-60 juta Rupiah. Terutama jika menggunakan layanan space iklan di televisi swasta yang punya banyak penonton.

2. Brand Equity

Brand equity berkenaan dengan nilai lebih suatu produk untuk para penggunanya. Untuk menciptakan ekuitas terhadap merek atau brand, pemilik usaha wajib memperhatikan 2 pilar penting, yakni kepuasan dan kualitas.

Maka dari itu, seluruh awak perusahaan harus Bersama-sama memikirkan cara untuk berinovasi atau membuat suatu terobosan agar terhindar dari “efek bosan” yang dialami oleh pelanggan. Tentu saja ini bukan suatu hal yang mudah, sebab, harus melalui berbagai riset dan survei lapangan secara berkesinambungan.

Nilai lebih tersebut ditujukan agar mendapat respons dari pengguna produk. Adapun respons tersebut bisa dalam bentuk pengetahuan terhadap merek, perspektif, rasa, hingga pengalaman yang mengesankan setelah memakainya.

3. Brand Association

Asosiasi merek atau brand association mengacu pada ingatan yang dimiliki oleh target konsumen. Seringkali, brand association juga diidentikkan dengan istilah brand image.

Untuk membuat konsumen terus menerus mengingat brand, memang perlu waktu yang cukup lama. Waktu 5 tahun pun belum cukup jika ingin menaiki tingkatan yang setara dengan capaian merek Apple, IBM, hingga Microsoft.

Ketika brand association-nya mengalami peningkatan dan perluasan, maka berdampak pula pada citra perusahaan secara keseluruhan.

Untuk itu, para pemilik bisnis pun menjadi lebih hati-hati ketika menggunakan media sosial. Terutama di kala brand sudah dikenal secara nasional. Sebab, ingatan memang tidak mudah dipatahkan, tapi sangat mudah untuk dicederai hanya dengan satu-dua cuitan kontroversi.

4. Brand Loyalty

Brand loyalty ini biasanya menjadi ukuran suatu produk apakah benar-benar diterima oleh masyarakat atau tidak. Kuncinya terlihat pada ketergantungan konsumen dalam skala yang luas.

Berkat loyalitas inilah para kompetitor biasanya mundur perlahan-lahan. Sebab, strategi pemasaran konvensional seperti diskon besar-besaran hampir tidak berkutik sama sekali. Para konsumen sudah memiliki kepercayaan penuh terhadap brand.

Alhasil, penerapan strategi pemasarannya pun tidak melulu menghabiskan banyak biaya untuk iklan. Akan tetapi, lebih banyak memproduksi konten positif dan menghibur. Tujuannya agar kedekatan antara konsumen dengan perusahaan jadi lebih kuat.

Apa fungsi utama dari adanya brand loyalty?

  • Mampu mengurangi biaya pemasaran
  • Meningkatkan frekuensi pembelian yang dilakukan oleh konsumen
  • Bisa menarik konsumen yang benar-benar baru atau belum pernah coba
  • Meningkatkan efek viral karena rata-rata pelanggan akan mempromosikan produk secara sukarela (word of mouth)
  • Meminimalisir jumlah kompetitor yang bersaing dalam satu ceruk bisnis

Dengan mengenal dan memahami jenis branding, proses pemasaran yang dilakukan jadi lebih terukur. Strategi yang diterapkan juga bisa menyesuaikan tingkat kedekatan konsumen terhadap brand. Dengan kata lain, tinggal butuh satu langkah lagi untuk sukses, yakni menjaga konsistensi saat meningkatkan skala awareness hingga loyalitas konsumen.

Baca Juga: Fakta Mengenai Rencana Pemasaran yang Harus Kamu Ketahui

Selain jenis branding, masih banyak informasi seputar dunia branding yang harus Anda ketahui. Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia Branding? Kunjungi website Dreambox Branding Agency di sini.