18 November 2019

“Nama merek yang sudah melambung di pasaran rasanya seperti sangat membayangi pikiran kita.”

Sebut saja sebuah brand telepon pintar yang menggunakan nama buah. Logonya pun menggambarkan buah tersebut. Brand itu sangat mendunia dan menjadi telepon pintar mahal yang laris manis di pasaran. Di balik itu, kenapa sebuah telepon pintar diberi nama dengan nama buah? Sekilas, jika dipikirkan sepertinya aneh. Namun seaneh apa pun itu, brand tersebut berhasil mencuri perhatian dunia bahkan hampir semua artis kelas dunia menggunakannya. Nama memang berperan sangat penting.

Baca Juga: Pentingnya Brand Voice Untuk Brand Personality Anda

Berikut ini kita kupas beberapa cara membuat nama merek yang baik.

1. Tidak Sulit Diucapkan

Kadang kita tertipu dengan pengertian kata ‘unik’. Karena terlalu fokus mencari kata yang unik, kita justru membuat nama rumit dan sulit untuk diucapkan. Keunikan sangat penting, tetapi jika sulit untuk diucapkan, itu akan membuat brand menjadi kurang bersahabat di lidah dan orang akan menjadi malas untuk mengucapkannya.

2. Mudah Diingat

Pemberian nama yang mudah diingat ini akan mempermudah brand mencapai popularitas. Namun di lapangan, banyak yang terlalu mengikuti merek yang telah lebih dulu diluncurkan. Padahal hal itu sangat fatal. Jika terlalu mirip, brand kita malah dianggap ‘versi murah’ dari suatu brand yang sudah populer dan mendunia.

Tips untuk mendapat nama yang mudah diingat adalah carilah suatu nama yang akrab dengan lidah kita sehari-hari. Dengan begitu, orang akan mudah mengucapkan dan mudah mengingat jika melihat benda nyata dari nama tersebut. Seperti brand telepon pintar dengan nama buah, sederhana, mudah diucapkan, dan ketika melihat buah tersebut, pikiran kita juga akan mampir kepada telepon pintarnya.

3. Lambang Brand Harus Sesuai Dengan Nama

Bagaimana jika nama brand yang kita pakai adalah nama kayu, tetapi logonya berupa dinosaurus? Pasti yang melihatnya akan merasa aneh. Pembuatan logo harus disesuaikan dengan nama. Kecuali, bila nama brand merupakan sesuatu yang sama sekali baru dan tidak merujuk ke barang apa pun, logo yang dibuat dapat disesuaikan menurut hal yang lain misalnya filosofi brand tersebut.

4. Nama Brand Tidak Lebih Dari 3 Suku Kata

Tidak sedikit brand di pasaran menggunakan lebih dari 3 suku kata. Tetapi, brand yang berhasil mendunia dan bertahan lama di dunia biasanya terdiri dari 2 sampai 3 suku kata saja. Contohnya: Yamaha, Honda, Daihatsu, Toyota, Samsung, Apple, Blackberry, McDonalds, KFC, Starbuck dan lainnya. Memang ada yang lebih dari tiga suku kata dan sukses. Namun persentasenya dibandingkan dengan yang hanya memiliki 2 sampai tiga suku kata lebih kecil. Oleh karenanya pilihlah nama dengan suku kata yang sedikit.

Brand naming atau pemberian nama brand tidaklah terlalu sulit. Namun beberapa aspek penting harus diperhatikan untuk mendapat nama yang sesuai dan cepat menaikkan popularitas produk.

Baca Juga: 4 Rahasia Marketing Efektif Menggunakan Brand Storytelling

Pemilihan nama perusahaan merupakan salah satu hal krusial dalam branding. Oleh karena itu, percayakan branding perusahaan Anda pada profesional. Seperti Dreambox Branding Consultant. Kami siap membantu Anda menjalankan proses branding. Hubungi kami di sini.