02 March 2020

Branding berasal dari kata brand yang artinya merek.

Pertama kali dilakukan untuk membedakan produk satu dan produk lainnya. Branding membuat produk memiliki identitas. Branding adalah berbagai macam kegiatan komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan tujuan membangun dan membesarkan merek agar lebih dikenal masyarakat luas. Identitas berupa nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan produk atau jasa dari para pesaing.”(Kotler 2009;258). 

Baca Juga: Segmentasi Produk VS Branding? Mana yang Harus Diutamakan?

Branding dilakukan agar produk atau jasa Anda memiliki ciri khas, pembeda serta keunggulan dibanding dengan merek lainnya. Sebuah merek harus memiliki value yang menjadi kekuatan untuk mempengaruhi benak audiens. Sebuah merek juga harus memiliki quality yang ada pada produk atau pelayanan brand tersebut. Kualitas brand dipengaruhi oleh produk dari brand itu sendiri. 

4 Komponen Penting dalam Branding

Terdapat komponen-kompoenen penting yang harus diperhatikan saat branding, yaitu: 

  • Image 

Bagaimana cara membangun image yang baik? 

Cara membangun image yang baik dapat diawali dengan memperkenalkan positioning yang kuat pada brand tersebut. Positioning sendiri merupakan tindakan perusahaan untuk menciptakan kesan tertentu diingatan konsumen. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Branding adalah membangun positioning yang ingin ditonjolkan di benak konsumen.

Contoh: 

Lion Air: Tiket murah dan tepat waktu

Aqua: Air dari sumber air pegunungan

  • Mission

Merupakan perencanaan awal dengan mengidentifikasi target pasar, seperti pemilihan logo, pemilihan tone and manner, typography, tagline yang harus sesuai dengan target pasar yang dituju. Bahkan pemilihan nama harus yang mudah diucapkan dan diingat. Cara dalam pembuatan misi sebuah brand yaitu dengan mengidentifikasi target pasar dan mengidentifikasi target penjualan untuk mendapatkan laba yang besar. Setiap brand harus memiliki tagline agar misi dan personal brand kuat.

Contoh:

Jika produk otomotif pasti logonya laki-laki banget, maskulin dan bukan warna pink.

  • Values

Memberi nilai yang berbeda dari sebuah brand terhadap brand lain meskipun menjual produk yang sama. Value merupakan nilai atau citra perusahaan di pandangan masyarakat atau konsumen. Nilai merek diibaratkan seperti kharisma seorang individu maka ada kesan atau citra dari individu itu yang dirasakan oleh orang lain yang melihatnya.

Membangun value dimata perusahaan tidaklah mudah, banyak cara yang bisa dilakukan untuk membangun brand value, seperti: CSR (Corporate Social Respobility) adalah kegiatan yang tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi atau keuntungan saja, namun berdampak pada aspek sosial dan merupakan investasi jangka panjang dengan tujuan membangun citra positif perusahaan dimata masyarakat atau konsumen.

Contoh:

 PT. Sinde Budi Sentosa melakukan program CSR dengan melestarikan habitat Badak Jawa. Pelestarian ini dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Yang dimana PT. Sinde mendonasikan dana dari hasil penjualannya untuk program pelestarian Badak Jawa. Branding adalah bagaimana brand membangun value dan equity yang dapat mendorong penjualan.

  • Vision

Langkah selanjutnya terhadap brand. Ingin diberi inovasi seperti apa agar tidak kalah saing dengan brand lainnya.

Inovasi dapat berupa:

  1. Bungkus produk: Membangun, memperbaiki kemasan suatu produk sehingga lebih inovatif. 
  2. Ukuran produk, adanya keragaman ukuran yang inovatif.
  3. Inovasi proses, mengubah maupun membangun proses produksi menjadi lebih efisien.
  4. Perubahan atau inovasi sistem distribusi, membuat saluran distribusi lebih sederhana.
  5. Inovasi manajemen, bertujuan membuat manajemen organisasi menjadi lebih fleksibel dan lincah dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan organisasi.

Contoh: 

Teh botol sosro melakukan inovasi kemasan di awal berdirinya. Pada awalnya teh diseduh ditempat namun terlalu lama dalam proses penyeduhan, percobaan kedua teh diseduh terlebih dahulu di rumah dan dibawa menggunakan panci namun kurang efektif karena sebagian tumpah diperjalanan. Percobaan terakhir akhirnya teh dimasukan ke dalam boto-botol yang telah dicuci. Dari sinilah timbul ide untuk membotolkan teh. Inovasi atau percobaan-percobaan tersebut menciptakan sebuah ide dan inovasi yang paling efektif untuk menciptakan sebuah vision. Branding adalah bagaimana mencari sebuah inovasi yang paling baik dan efektif untuk menjual sebuah produk. 

Baca Juga: Pengertian Word Of Mouth, dan Manfaatnya Terhadap Branding

Berikut merupakan beberapa komponen penting dalam branding. Bagi Anda yang membutuhkan jasa branding dari branding agency yang kreatif, inovatif dan bertanggung jawab, Anda bisa menghubungi kami disini!