28 September 2020

Branding dan marketing memiliki hubungan erat dengan satu sama lain, meski keduanya adalah hal yang berbeda. Jika ada kedua hal ini dan keduanya dilaksanakan dengan tepat, Anda bisa sukses di dunia bisnis.

Dalam dunia pemasaran, branding atau citra brand sangat berhubungan dengan marketing. Meski demikian, keduanya adalah hal yang benar-benar berbeda. Bisa dikatakan, mereka berbeda tetapi saling membutuhkan. Tapi ternyata tidak banyak yang tahu mengenai hal itu.

Baca Juga: 5 Cara Membangun Personal Branding di Media Sosial

Ini Beda Antara Branding dan Marketing

Untuk memahami hubungan antara citra brand dan marketing, kita harus mengetahui perbedaan antara keduanya. Mari kita bahas satu persatu di uraian berikut ini.

1. Branding atau membangun citra merek

Membangun citra merk adalah sebuah tahapan yang memberi ketetapan tentang karakteristik sebuah brand. Di dalamnya, terdapat banyak elemen. Mulai dari nama brand, logo, pemilihan warna, dan banyak lagi. Semua elemen itu harus bisa selaras dengan visi dan pesan yang dimiliki. Termasuk di dalam citra brand adalah jingle, tagline, hingga aroma yang khas.

Citra brand dibutuhkan untuk perusahaan yang bersaing dalam dunia bisnis. Tentu manfaat utamanya adalah sebagai pembeda. Mungkin saja di pasaran ada beberapa jenis produk yang sama. Dengan adanya citra brand, maka produk dapat dibedakan milik siapa yang mana.

Selain itu, citra brand juga berguna untuk kebutuhan promosi dan daya tarik. Sederhananya, citra brand membuat sebuah produk dikemas dengan lebih baik. Kemasan yang menarik tentu mengundang rasa ingin tahu bagi orang-orang dan calon konsumen.

Citra brand yang kuat pada akhirnya dapat menjadi pengendali pasar. Sebab, konsumen akan cenderung memilih produk yang sudah dikenal. Apalagi di Indonesia, di mana konsumennya sangat brand minded. Sangat sulit bagi brand yang anonim untuk bersaing di pasar.

2. Marketing

Dalam sebuah bisnis, kegiatan pemasaran adalah hal yang paling utama. Karena, pemasaran alias marketing adalah ujung tombak perusahaan dalam mendapatkan keuntungan. Secara definisi, marketing adalah sebuah proses memperkenalkan produk atau jasa. Upaya membuat konsumen tertarik terhadap produk pun masih termasuk lingkup marketing.

Lewat kegiatan marketing, pelanggan akan mengetahui kekuatan produk. Itu sebabnya, tim marketing harus dibekali dengan pemahaman produk yang baik. Marketing juga menjadi sarana agar nilai sebuah produk tetap terjaga di pasar.

Dalam prakteknya, marketing menekankan pada proses membuat konsumen merespon kegiatan promosi. Itu sebabnya, marketing biasanya lebih taktis dan to the point dibandingkan dengan citra brand.

Dari segi waktu, marketing merupakan sesuatu yang bisa dibangun dengan instan. Cukup dengan leaflet saja sudah bisa mengarahkan konsumen untuk membeli. Berbeda dengan membangun citra merk yang butuh waktu lama untuk stabil dan mendapat tempat di hati konsumen.

Hubungan Antara Citra Merek dan Pemasaran

Sekarang, setelah Anda mengetahui perbedaan antara citra brand dan marketing, apakah sudah bisa menarik benang merah yang menghubungkan keduanya? Jika belum, mari lanjutkan membaca.

Jika citra merk adalah elemen dari produk, maka marketing adalah cara menjualnya. Kedua hal tersebut serta merta sangat erat hubungannya dan saling membutuhkan. Bayangkan, sebaik apapun citra brand tetap tidak akan laku jika tidak dipasarkan. Sebaliknya, sehebat apa pun marketingnya, jika penampilan produknya payah tetap saja tidak akan mendatangkan keuntungan.

Citra brand adalah cara untuk membuat konsumen tertarik. Sedangkan marketing yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Citra brand membangun dan menjaga loyalitas konsumen, yang senantiasa membeli produk karena merespon kegiatan marketing.

Contoh yang mudah adalah di sebuah toko sedang ada diskon besar-besaran untuk semua produk. Diskon ini adalah cara kerja marketing. Tetapi, apa yang dibeli oleh pelanggan adalah produk yang kekuatan brand-nya sudah melekat dan memiliki reputasi yang bagus.

Lihat? Branding dan marketing memang berbeda. Tetapi, keduanya saling melengkapi. Itu sebabnya, banyak orang salah menafsirkan bahwa keduanya adalah sama. Padahal, basis ilmunya saja berbeda. Namun demikian, Anda harus mensinergikan keduanya untuk mencapai kesuksesan di dunia bisnis. Karena, keduanya tidak ada yang lebih baik. Tetapi, memiliki keduanya adalah yang terbaik.

Baca Juga: Alasan Mengapa Loyalitas Pelanggan Penting Bagi Bisnis

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.