14 February 2020

Ketika kalian menyusuri jalan kota, pasti kalian pernah melihat ada maskot gerai smartphone yang ada di pinggir jalan.

Mereka berusaha menyapa siapapun yang lewat. Tak jarang maskot tersebut juga meliuk-liuk lucu, menggoda anak kecil yang kebetulan lewat di pinggir jalan. Ya, maskot tersebut berusaha mendekatkan diri dengan para pengguna jalan.

Baca Juga: Pengertian Influencer & Jenis-Jenis Influencer

Namun, bukan hanya bertugas untuk mendekatkan diri dengan calon pelanggan, maskot memiliki berbagai tugas lain. Apa pengertian maskot? Dan apa fungsinya untuk perusahaan? Berikut ini akan kami jabarkan jawaban terperinci mengenai pertanyaan tersebut.

Pengertian Maskot Dan Fungsinya Untuk Perusahaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian maskot adalah orang, binatang, atau benda yang diperlakukan sebagai lambang. Tujuan dari penyimbolan tersebut adalah demi membawa keberuntungan atau keselamatan.

Jadi, sebuah maskot memang sengaja diciptakan untuk dapat mewakili perusahaan dan berkaitan erat dengan branding role.

Pengertian maskot begitu penting hubungannya dengan branding yang dilakukan oleh perusahaan. Sebenarnya apa peran maskot bagi sebuah perusahaan? Berikut ini uraiannya.

1. Bertindak seperti Public Figure

Sebuah maskot perusahaan, bertindak cukup penting bagi proses branding. Maskot harus didesain sedemikian rupa agar nantinya bisa divisualisasikan dalam media audio video ataupun dibuat bentuk 3D-nya.

Maskot perusahaan juga harus memiliki karakter tersendiri. Sehingga ia mampu bertingkah sesuai dengan plot yang memang disesuaikan dengan karakternya.

2. Menggambarkan Perusahaan

Kadangkala, maskot lebih dihafal dari perusahaan pembuatnya. Hal ini dikarenakan sebuah maskot memiliki ringkasan dari poin-poin penting sebuah perusahan. Mulai dari merk, identitas, motto, hingga produk dari perusahaan tersebut telah tercermin dari maskot yang mereka buat. Dengan adanya maskot inilah sebuah perusahaan mampu mengukuhkan persepsi masyarakat terhadap brand mereka.

3. Menjadi Mediator

Jika perusahaan melakukan branding hanya dengan melakukan promosi sana sini, hal tersebut kuranglah lengkap. Pelanggan dan perusahaan ibarat orang yang berseberangan dan terpisah sebuah jurang.

Perlu adanya pihak ketiga atau mediator yang mampu mempertemukan mereka. Dan inilah peran sebuah maskot. Hubungan perusahaan dengan para konsumen pasti akan menjadi lebih dekat jika ada sebuah mediator.

4. Menjadi Penghibur Konsumen

Sekarang ini perusahaan sedang berlomba-lomba menciptakan maskot yang menarik hati. Belakangan, bentuk maskot yang di-tiga-dimensi-kan lebih menarik karena bisa mengajak konsumen berdialog secara langsung.

Maskot perusahaan pun difungsikan sebagai alat penghibur agar konsumen teratarik untuk mengenal lebih dekat produk mereka. Maskot yang ramah, lucu, dan talkative pasti akan membuat konsumen selangkah lebih dekat untuk membeli produk perusahaan.

5. Mendorong Repurchase

Aspek return of purchase sangat penting bagi perusahaan. Maskot yang unik dan mudah diingat pasti akan melekat di pikiran konsumen. Hal ini pun secara tidak langsung dapat mempengaruhi alam bawah sadar mereka untuk melakukan repurchase.

Inilah mengapa keberadaan dan bentuk dari sebuah maskot sangat penting untuk dipertimbangkan oleh pihak perusahaan.

Setelah mengetahui pengertian maskot, kita bisa mengetahui apakah perusahaan benar-benar membutuhkan adanya perwujudan lambang tersebut. Perusahaan tidak bisa begitu saja membuat sebuah maskot tanpa memikirkan dampak setelahnya. Agar bisa menciptakan maskot yang diingat semua kalangan, usahakan untuk membuatnya dalam bentuk yang berbeda.

Jangan lupa membubuhkan ciri khas perusahaan agar nantinya maskot memiliki nilai tersendiri. Sisipkan juga motto perusahaan sebagai slogan yang akan digunakan oleh maskot. Akan lebih baik jika perusahaan merundingkan pembuatan maskot sebaik mungkin demi hasil maksimal.

Baca Juga: Sponsor Perusahaan, Salah Satu Strategi Branding Praktis

Ingin mengetahui lebih banyak informasi seputar dunia branding? Kunjungi blog Dreambox Branding Agency di sini.